Picture Story

Primadona Baru Kopi Nusantara

ANTARA FOTO/Fauzan - detikFinance
Minggu, 19 Sep 2021 21:02 WIB

Manado - Sulawesi Utara memiliki kopi yang tak kalah cita rasanya dibanding kopi lokal lainnya. Kopi Koya Minahasa mulai menjadi primadona tersendiri bagi pecinta kopi.

Berbicara tentang kopi, Sulawesi Utara memiliki kopi yang tak kalah cita rasanya jika dibandingkan dengan kopi lokal daerah lain. Tumbuh di atas ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, kopi Koya Minahasa mulai menjadi primadona tersendiri bagi pecinta kopi.

Berbicara tentang kopi, Sulawesi Utara memiliki kopi yang tak kalah cita rasanya jika dibandingkan dengan kopi lokal daerah lain. Tumbuh di atas ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, kopi Koya Minahasa mulai menjadi primadona tersendiri bagi pecinta kopi.  

Berbicara tentang kopi, Sulawesi Utara memiliki kopi yang tak kalah cita rasanya jika dibandingkan dengan kopi lokal daerah lain. Tumbuh di atas ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, kopi Koya Minahasa mulai menjadi primadona tersendiri bagi pecinta kopi.

Cita rasa yang khas itu justru berbanding terbalik dengan eksistensi Kopi Koya itu tersendiri. Keberadaan Kopi Koya tidak setenar kopi daerah lain di Nusantara.   

Berbicara tentang kopi, Sulawesi Utara memiliki kopi yang tak kalah cita rasanya jika dibandingkan dengan kopi lokal daerah lain. Tumbuh di atas ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, kopi Koya Minahasa mulai menjadi primadona tersendiri bagi pecinta kopi.

Hal itulah yang membuat dua sahabat, Real Ogi dan Pedro Pangemanan tergerak untuk mengembangkan kopi dari daerahnya itu agar lebih dikenal di luar daerah. Ogi yang sempat beberapa tahun tinggal di Jakarta merasakan sulitnya menemukan kopi kampung halamannya di tanah rantau.  

Berbicara tentang kopi, Sulawesi Utara memiliki kopi yang tak kalah cita rasanya jika dibandingkan dengan kopi lokal daerah lain. Tumbuh di atas ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, kopi Koya Minahasa mulai menjadi primadona tersendiri bagi pecinta kopi.

Pada pertengahan tahun 2019, mereka mulai merintis usaha coffee roastery "Redo" yang menggunakan biji Kopi Koya. "Redo" sendiri ternyata bukan sekedar akronim nama panggilan mereka berdua.   

Berbicara tentang kopi, Sulawesi Utara memiliki kopi yang tak kalah cita rasanya jika dibandingkan dengan kopi lokal daerah lain. Tumbuh di atas ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, kopi Koya Minahasa mulai menjadi primadona tersendiri bagi pecinta kopi.

Dalam Bahasa Inggris, Redo memiliki makna memperbaiki. Kata ini dirasa tepat untuk mewakili semangat pembaharuan dari Real dan Pedro. Semangat untuk terus belajar, dan selalu berusaha lebih baik dari sebelumnya.  

Berbicara tentang kopi, Sulawesi Utara memiliki kopi yang tak kalah cita rasanya jika dibandingkan dengan kopi lokal daerah lain. Tumbuh di atas ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, kopi Koya Minahasa mulai menjadi primadona tersendiri bagi pecinta kopi.

Bisnis Kopi Koya mereka semakin menggeliat. Saat ini, Ogi dan Pedro mulai melakukan pembibitan kopi di Gunung Mahawu, Minahasa dengan metode agroforestri untuk selanjutnya ditanam di daerah Koya maupun di Gunung Mahawu itu sendiri.  

Berbicara tentang kopi, Sulawesi Utara memiliki kopi yang tak kalah cita rasanya jika dibandingkan dengan kopi lokal daerah lain. Tumbuh di atas ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, kopi Koya Minahasa mulai menjadi primadona tersendiri bagi pecinta kopi.

Selain menggunakan kopi yang dibibit sendiri, mereka juga memberdayakan petani lokal untuk membeli kopinya untuk selanjutnya dibawa ke rumahnya di Kota Manado untuk proses penggorengan, pengemasan dan pemasaran.  

Berbicara tentang kopi, Sulawesi Utara memiliki kopi yang tak kalah cita rasanya jika dibandingkan dengan kopi lokal daerah lain. Tumbuh di atas ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, kopi Koya Minahasa mulai menjadi primadona tersendiri bagi pecinta kopi.

Dalam hal pemasaran, Bank Negara Indonesia (BNI) melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) turut hadir dalam upaya pengembangan pemasaran UMKM binaannya seperti memfasilitasi seminar digitalisasi UMKM guna memperluas target pasar.   

Berbicara tentang kopi, Sulawesi Utara memiliki kopi yang tak kalah cita rasanya jika dibandingkan dengan kopi lokal daerah lain. Tumbuh di atas ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, kopi Koya Minahasa mulai menjadi primadona tersendiri bagi pecinta kopi.

BNI dengan keunggulan jaringan internasionalnya memungkinkan UMKM Indonesia lebih terhubung dengan mitra luar negeri dan berorientasi ekspor dengan memberikan layanan melalui Xpora BNI agar dapat Go Produktif, Go Digital dan Go Global.  

Berbicara tentang kopi, Sulawesi Utara memiliki kopi yang tak kalah cita rasanya jika dibandingkan dengan kopi lokal daerah lain. Tumbuh di atas ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, kopi Koya Minahasa mulai menjadi primadona tersendiri bagi pecinta kopi.

Terbukti dari pelatihan yang diadakan oleh BNI, petani lokal di Sulawesi Utara pun mudah memasarkan biji kopi. Kini, semerbak aroma Kopi Koya mulai tercium di belahan nusantara maupun mancanegara.  

Primadona Baru Kopi Nusantara
Primadona Baru Kopi Nusantara
Primadona Baru Kopi Nusantara
Primadona Baru Kopi Nusantara
Primadona Baru Kopi Nusantara
Primadona Baru Kopi Nusantara
Primadona Baru Kopi Nusantara
Primadona Baru Kopi Nusantara
Primadona Baru Kopi Nusantara
Primadona Baru Kopi Nusantara