Foto Bisnis

Ibu-ibu di Pasuruan Kantongi Jutaan Rupiah dari Ikan Asap

Muhajir Arifin - detikFinance
Minggu, 03 Okt 2021 10:15 WIB

Pasuruan - Usaha ikan asap di Kota Pasuruan bertahan selama pandemi virus Corona. Omzet pengusaha pengawetan ikan dengan cara pengasapan ini mencapai puluhan juta rupiah.

Usaha ikan asap di Kota Pasuruan bertahan selama pandemi virus Corona. Omzet pengusaha pengawetan ikan dengan cara pengasapan ini mencapai puluhan juta rupiah.
Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Gadingrejo, merupakan salah satu kelurahan yang dikenal sebagai kampung ikan asap di Kota Pasuruan. Ikan asap dari kampung ini dikenal lezat dan harganya terjangkau.
Usaha ikan asap di Kota Pasuruan bertahan selama pandemi virus Corona. Omzet pengusaha pengawetan ikan dengan cara pengasapan ini mencapai puluhan juta rupiah.
Di kelurahan ini, rumah yang memiliki tungku pengasapan lengkap dengan cerobong menandakan pemiliknya adalah pengusaha ikan asap. Usaha ikan asap di kampung ini lazim dilakukan kaum hawa.
Usaha ikan asap di Kota Pasuruan bertahan selama pandemi virus Corona. Omzet pengusaha pengawetan ikan dengan cara pengasapan ini mencapai puluhan juta rupiah.
Mereka biasanya memanfaatkan ikan tangkapan suami untuk diolah sebagai ikan asap. Namun jika tangkapan sedikit bisa membeli ke nelayan lain.
Usaha ikan asap di Kota Pasuruan bertahan selama pandemi virus Corona. Omzet pengusaha pengawetan ikan dengan cara pengasapan ini mencapai puluhan juta rupiah.
Zanati adalah perempuan yang sudah 5 tahun menggeluti usaha pengasapan ikan. Dibantu beberapa karyawan, setiap hari ia mampu mengasap puluhan kilo ikan dan mengantongi omzet Rp 30 juta sebulan.
Usaha ikan asap di Kota Pasuruan bertahan selama pandemi virus Corona. Omzet pengusaha pengawetan ikan dengan cara pengasapan ini mencapai puluhan juta rupiah.
Sambil membolak-balik ikan di tungku, Zanati menuturkan setiap pengasapan hanya membutuhkan waktu 3-5 menit. Setelah itu, ikan asap siap jual. Ia menjual ikan ke pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Pasuruan.
Usaha ikan asap di Kota Pasuruan bertahan selama pandemi virus Corona. Omzet pengusaha pengawetan ikan dengan cara pengasapan ini mencapai puluhan juta rupiah.
Pengasap ikan lainnya adalah Uswatun Khasanah. Beda dengan Zanati, ia lebih memilih mengasap ikan mujair dan nila.
Usaha ikan asap di Kota Pasuruan bertahan selama pandemi virus Corona. Omzet pengusaha pengawetan ikan dengan cara pengasapan ini mencapai puluhan juta rupiah.
Sehari, kata dia, ia bisa meraup omzet Rp 1 juta. Laba bersih yang ia kantongi rata-rata Rp 400 ribu.
Usaha ikan asap di Kota Pasuruan bertahan selama pandemi virus Corona. Omzet pengusaha pengawetan ikan dengan cara pengasapan ini mencapai puluhan juta rupiah.
Baik Zanati maupun Uswatun mengatakan, usaha ikan asap sangat menguntungkan. Selain bahan ikan yang melimpah, bahan bakar untuk pengasapan juga bisa oplosan arang dan batok kelapa.
Usaha ikan asap di Kota Pasuruan bertahan selama pandemi virus Corona. Omzet pengusaha pengawetan ikan dengan cara pengasapan ini mencapai puluhan juta rupiah.
Jika permintaan sepi sepeti di masa awal pandemi virus Corona, mereka biasanya mengurangi jumlah ikan yang diasapi. Sehingga tidak ada ikan yang terbuang.
Ibu-ibu di Pasuruan Kantongi Jutaan Rupiah dari Ikan Asap
Ibu-ibu di Pasuruan Kantongi Jutaan Rupiah dari Ikan Asap
Ibu-ibu di Pasuruan Kantongi Jutaan Rupiah dari Ikan Asap
Ibu-ibu di Pasuruan Kantongi Jutaan Rupiah dari Ikan Asap
Ibu-ibu di Pasuruan Kantongi Jutaan Rupiah dari Ikan Asap
Ibu-ibu di Pasuruan Kantongi Jutaan Rupiah dari Ikan Asap
Ibu-ibu di Pasuruan Kantongi Jutaan Rupiah dari Ikan Asap
Ibu-ibu di Pasuruan Kantongi Jutaan Rupiah dari Ikan Asap
Ibu-ibu di Pasuruan Kantongi Jutaan Rupiah dari Ikan Asap