Foto Bisnis

Warga Karanganyar Raup Cuan dari Sulap Selokan Jadi Kolam Ikan

Bayu Ardi Isnanto - detikFinance
Minggu, 17 Okt 2021 22:04 WIB

Karanganyar - Selokan di Karanganyar disulap menjadi kolam ikan di Karanganyar. Selokan itu kini jadi tempat budi daya ikan nilai bernilai ekonomi tinggi.

Selokan di Karanganyar disulap menjadi kolam ikan di Karanganyar. Selokan itu kini jadi tempat budi daya ikan nilai bernilai ekonomi tinggi.
Pemandangan menarik terlihat di sepanjang jalan kampung kawasan Tugu Boto, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Tampak ribuan ikan berwarna merah bermunculan di permukaan kolam yang berada di tepi jalan. Jangan salah, kolam-kolam itu ternyata adalah selokan. Selokan yang dahulunya bau dan kotor, kini menjadi tempat budi daya ikan nila yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Selokan di Karanganyar disulap menjadi kolam ikan di Karanganyar. Selokan itu kini jadi tempat budi daya ikan nilai bernilai ekonomi tinggi.
Gagasan pertama sebetulnya muncul karena banyaknya sampah di selokan tersebut. Warga berinisiatif menyetop pembuangan sampah dengan memelihara ikan di selokan tersebut. Rupanya ide tersebut disambut baik warga setempat. Perlahan-lahan, masyarakat sudah tidak lagi membuang sampah di saluran air. Budi daya ikan di selokan ini berawal di tahun 2008, dengan melakukan percobaan memelihara ikan di kolam milik kas Desa Klodran. Kini selokan sepanjang sekitar 1 kilometer itu disulap menjadi kolam ikan nila.
Selokan di Karanganyar disulap menjadi kolam ikan di Karanganyar. Selokan itu kini jadi tempat budi daya ikan nilai bernilai ekonomi tinggi.
Mereka sempat memelihara berbagai jenis ikan, seperti nila, lele, hingga gurame. Namun akhirnya nila dipilih karena dirasa paling cocok dibudi dayakan di selokan. Ketua Paguyuban Mina Sari Mulyo, Bambang Agus Warsito, menyebut nila lebih tahan di air mengalir. Biaya pemeliharaannya pun dirasa lebih murah.
Selokan di Karanganyar disulap menjadi kolam ikan di Karanganyar. Selokan itu kini jadi tempat budi daya ikan nilai bernilai ekonomi tinggi.
Tak hanya membuat selokan bersih dari sampah, budidaya ikan ini juga meningkatkan perekonomian warga. Bahkan ada warga yang kemudian hanya fokus berbisnis ikan setelah budidaya ikan di selokan ini sukses. Bambang memperkirakan dalam lahan 1 meter kubik bisa diisi sampai 200 ikan. Dalam waktu sekitar 3,5 bulan, dia menghabiskan pakan sekitar Rp 400 ribu. Ikan dijual dengan harga Rp 27 ribu per kilogram. Setiap panen, ikan-ikan dijual melalui salah satu anggota paguyuban. Selain budi daya ikan di selokan, Karanganyar juga memiliki sejumlah kelompok pembudidaya ikan dengan sistem yang berbeda-beda. Seperti di Kecamatan Kerjo, warga memanfaatkan air pegunungan untuk membudi dayakan ikan nila.
Warga Karanganyar Raup Cuan dari Sulap Selokan Jadi Kolam Ikan
Warga Karanganyar Raup Cuan dari Sulap Selokan Jadi Kolam Ikan
Warga Karanganyar Raup Cuan dari Sulap Selokan Jadi Kolam Ikan
Warga Karanganyar Raup Cuan dari Sulap Selokan Jadi Kolam Ikan