Kondisi Sri Lanka Saat Inflasi Melonjak Gila-gilaan

ADVERTISEMENT

Foto Bisnis

Kondisi Sri Lanka Saat Inflasi Melonjak Gila-gilaan

Getty Images - detikFinance
Sabtu, 24 Sep 2022 19:32 WIB

Sri Lanka - Ekonomi Sri Lanka masih terus dihantam rintangan. Setelah bangkrut dan krisis, kini Sri Lanka harus menghadapi inflasi gila-gilaan.

A vendor waits for customers at a market in Colombo on September 20, 2022. (Photo by Pradeep Dambarage/NurPhoto via Getty Images)
Seorang pedagang menunggu pelanggan di sebuah pasar di Kolombo, Sri Lanka, Selasa (20/9/2022) waktu setempat. Dilaporkan BBC, Jumat (23/9/2022), inflasi tahunan Sri Lanka melompat ke lebih dari 70% pada Agustus. Hal ini mereka alami saat sedang berperang melawan krisis ekonomi terburuk dalam 70 tahun terakhir.
 
A vendor waits for customers at a market in Colombo on September 20, 2022. (Photo by Pradeep Dambarage/NurPhoto via Getty Images)
Data resmi juga menunjukkan harga pangan naik 84,6% bila dibandingkan tahun lalu. Negara dengan populasi 22 juta orang ini tengah berjuang dari gejolak politik juga.
A vendor waits for customers at a market in Colombo on September 20, 2022. (Photo by Pradeep Dambarage/NurPhoto via Getty Images)
Sri Lanka juga tak mampu untuk melakukan impor komoditas penting seperti bahan bakar minyak hingga obat-obatan.
A vendor waits for customers at a market in Colombo on September 20, 2022. (Photo by Pradeep Dambarage/NurPhoto via Getty Images)
4 Bulan lalu, Bank Sentral Sri Lanka menyebut angka inflasi ini akan bisa diredam di tengah ekonomi yang terus memburuk. Angka ekonomi pada tiga bulan hingga Agustus minus 8,4%.
A vendor waits for customers at a market in Colombo on September 20, 2022. (Photo by Pradeep Dambarage/NurPhoto via Getty Images)
Sebelum pandemi, Sri Lanka sangat bergantung pada pariwisata untuk mata uang asing, termasuk dolar AS. Namun, penutupan perbatasan yang bertujuan untuk memperlambat penyebaran COVID-19 membuat turis menjauh dan berdampak besar pada perekonomian negara.
A vendor waits for customers at a market in Colombo on September 20, 2022. (Photo by Pradeep Dambarage/NurPhoto via Getty Images)
Belum lagi diperparah dengan salah urus keuangan selama bertahun-tahun, yang menyebabkan Sri Lanka gagal bayar utang pada awal tahun ini.
A vendor waits for customers at a market in Colombo on September 20, 2022. (Photo by Pradeep Dambarage/NurPhoto via Getty Images)
Sri Lanka telah menghadapi pergolakan politik dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini menyebabkan kerusuhan di negara tersebut. Sampai-sampai Presiden negara itu Gotabaya Rajapaksa melarikan diri ke luar negeri sebelum mengundurkan diri pada Juli.
A vendor waits for customers at a market in Colombo on September 20, 2022. (Photo by Pradeep Dambarage/NurPhoto via Getty Images)
Itu terjadi ketika ratusan ribu orang turun ke jalan, dalam protes yang sering berubah menjadi kekerasan, atas kenaikan tajam harga makanan dan bahan bakar.
A vendor waits for customers at a market in Colombo on September 20, 2022. (Photo by Pradeep Dambarage/NurPhoto via Getty Images)
Banyak orang Sri Lanka menyalahkan pemerintahan Rajapaksa karena salah menangani krisis.
Kondisi Sri Lanka Saat Inflasi Melonjak Gila-gilaan
Kondisi Sri Lanka Saat Inflasi Melonjak Gila-gilaan
Kondisi Sri Lanka Saat Inflasi Melonjak Gila-gilaan
Kondisi Sri Lanka Saat Inflasi Melonjak Gila-gilaan
Kondisi Sri Lanka Saat Inflasi Melonjak Gila-gilaan
Kondisi Sri Lanka Saat Inflasi Melonjak Gila-gilaan
Kondisi Sri Lanka Saat Inflasi Melonjak Gila-gilaan
Kondisi Sri Lanka Saat Inflasi Melonjak Gila-gilaan
Kondisi Sri Lanka Saat Inflasi Melonjak Gila-gilaan

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT