ADVERTISEMENT

Foto Bisnis

Rumah Khusus MBR Berjejer di Kawasan Kumuh Bantaran Sungai Bengawan

Dok. SMF - detikFinance
Jumat, 18 Nov 2022 22:05 WIB

Surakarta - Kementerian PUPR merealisaikan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kawasan Semanggi, Kelurahan Mojo, Surakarta.

Kementerian PUPR merealisaikan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kawasan Semanggi, Kelurahan Mojo, Surakarta.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakata dan Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) Dinas Cipta Karya, Kementerian PUPR merealisaikan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kawasan Semanggi, Kelurahan Mojo, Surakarta yang diresmikan pada Jum’at (18/11).
Kementerian PUPR merealisaikan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kawasan Semanggi, Kelurahan Mojo, Surakarta.
Peresmian rumah tersebut dihadiri oleh Walikota Surakarta, Gibran Rakanuming Raka, Wakil Walikota Solo, Teguh Prakosa, Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, Direktur Keuangan dan Operasional SMF, Bonai Subiakto, Kepala Kantor Wilayah DJKN Jawa Tengah Kementerian Keuangan, Mahmudsyah, Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Jawa Tengah Kementerian PUPR, Cakra Kementerian PUPR dan Koordinator Program Kotaku Suarakata, Cahyo.
Kementerian PUPR merealisaikan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kawasan Semanggi, Kelurahan Mojo, Surakarta.
Dalam kesempatan tersebut Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan apresiasiasi serta rasa syukurnya.
Kementerian PUPR merealisaikan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kawasan Semanggi, Kelurahan Mojo, Surakarta.
Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengatakan bahwa program tersebut merupakan wujud dari komitmen Perseroan sebagai Special Mission Vehicle dalam pelaksanaan tujuan  pembangunan berkelanjutan atau SDGs khususnya dalam hal pembangunan kota dan permukiman  berkelanjutan, yang diharapkan dapat menciptakan multiplier effect yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kementerian PUPR merealisaikan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kawasan Semanggi, Kelurahan Mojo, Surakarta.
Ananta berharap Program Pembangunan Rumah Layak Huni di Kawasan Semanggi ini diharapkan menjadi sebagai salah satu upaya mengurangi kekumuhan di bantaran sungai, juga turut membantu penanganan kemiskinan ekstrim, dengan merelokasi warga ke permukiman yang lebih layak sehingga dapat meningkatkan taraf hidupnya.
Kementerian PUPR merealisaikan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kawasan Semanggi, Kelurahan Mojo, Surakarta.
SMF melalui program inisiatif strategisnya yaitu Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh mendirikan bangunan rumah baru baggi MBR di Kawasan Semanggi. Kawasan tersebut merupakan wilayah relokasi yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah Surakarta bagi warga yang sebelumnya bermukim di kawasan kumuh bantaran Sungai Pemulung Bengawan Solo.
Kementerian PUPR merealisaikan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kawasan Semanggi, Kelurahan Mojo, Surakarta.
Sebanyak 47 rumah layak huni telah rampung dibangun di wilayah RW 1 Kelurahan Mojo yang memiliki luas 3,72 Ha, yang merupakan bagian dari Kawasan Semanggi yang memiliki total luas 15.368 Ha. Pembangunan RLH tersebut diawali dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pada 17 Desember 2021 antara antara SMF, Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, Kementerian PUPR, serta Pemerintah Kota Surakarta yang dikoordinir oleh kementerian koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Kementerian PUPR merealisaikan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kawasan Semanggi, Kelurahan Mojo, Surakarta.
Hal tersebut kemudian ditindak lanjuti dengan proses pembangunan yang intensif sejak 25 Januari 2022, dengan menerapkan standar rumah layak huni yang merujuk pada standar Sustainability Development Goals (SDGs).
Kementerian PUPR merealisaikan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kawasan Semanggi, Kelurahan Mojo, Surakarta.
Warga Mojo yang mayoritas bermata pencaharian tidak tetap seperti buruh bangunan, petugas parkir, serta buruh serabutan kini bisa memiliki hunian yang layak dan sehat dibandingkan hunian sebelumnya, dimana warga tinggal di sekitar Tanggul Parapet Sungai Pemulung Bengawan Solo yang memiliki karateristik permukiman yang tidak layak, tidak sehat dan tidak teratur yang memadati sepanjang drainase sabuk tanggul Sungai Pemulung Bengawan Solo.
Kementerian PUPR merealisaikan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kawasan Semanggi, Kelurahan Mojo, Surakarta.
Melalui program ini SMF mengalirkan bantuan dana hibah sebesar Rp3,2 miliar dengan menggunakan anggaran  Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang disalurkanmelalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). Surakarta menjadi kota  ke-13 yang diresmikan, dari total 16 lokasi yang sudah terealisasi di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan hingga NTT. Sejak tahun 2019 hingga saat ini Perseroan telah merealisasikan program peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh sebanyak 370 rumah di 16 lokasi dengan serapan anggaran mencapai Rp27,64 miliar.
Rumah Khusus MBR Berjejer di Kawasan Kumuh Bantaran Sungai Bengawan
Rumah Khusus MBR Berjejer di Kawasan Kumuh Bantaran Sungai Bengawan
Rumah Khusus MBR Berjejer di Kawasan Kumuh Bantaran Sungai Bengawan
Rumah Khusus MBR Berjejer di Kawasan Kumuh Bantaran Sungai Bengawan
Rumah Khusus MBR Berjejer di Kawasan Kumuh Bantaran Sungai Bengawan
Rumah Khusus MBR Berjejer di Kawasan Kumuh Bantaran Sungai Bengawan
Rumah Khusus MBR Berjejer di Kawasan Kumuh Bantaran Sungai Bengawan
Rumah Khusus MBR Berjejer di Kawasan Kumuh Bantaran Sungai Bengawan
Rumah Khusus MBR Berjejer di Kawasan Kumuh Bantaran Sungai Bengawan
Rumah Khusus MBR Berjejer di Kawasan Kumuh Bantaran Sungai Bengawan

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT