Jakarta - Warga Kampung Susun Bayam, Jakarta Utara, mengelola pertanian mandiri di lingkungan hunian sebagai sumber pangan dan penguatan ekonomi pascarelokasi.
Foto Bisnis
Warga Kampung Susun Bayam Hidup Mandiri dengan Bertani
Warga Kampung Susun Bayam kini mulai bangkit dengan mengelola lahan pertanian secara mandiri di lingkungan tempat tinggal mereka. Β
Beragam komoditas ditanam dan dikembangkan, mulai dari bunga kol, cabai, terong, labu air, hingga berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura lainnya yang dinilai memiliki nilai jual menjanjikan. Β
Hasil pertanian tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari warga, tetapi juga dijual ke pasar-pasar sekitar.Β
Penjualan hasil tanam ini menjadi salah satu sumber pemasukan baru bagi warga Kampung Susun Bayam, sekaligus upaya untuk memperkuat kemandirian ekonomi setelah melalui berbagai dinamika kehidupan pascarelokasi.Β Β
Aktivitas bertani ini juga menjadi bagian dari langkah nyata mewujudkan ketahanan pangan mandiri di kawasan Kampung Susun Bayam.
Di balik geliat pertanian yang kini mulai membuahkan hasil, terdapat perjuangan panjang warga Kampung Bayam yang tidak mudah.Β Β
Sejak menempati Kampung Susun Bayam di kawasan JIS, warga menghadapi berbagai cobaan, mulai dari ketidakpastian tempat tinggal, adaptasi dengan lingkungan baru, hingga tantangan ekonomi yang harus mereka hadapi secara perlahan.
Namun, dengan semangat kebersamaan dan ketekunan, warga memilih bangkit dengan mengolah lahan yang ada menjadi ruang produktif.
Pertanian menjadi simbol perlawanan warga terhadap keterbatasan, sekaligus harapan baru untuk masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.Β Β
Kini, Kampung Susun Bayam tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang hidup yang memberi penghidupan, harapan, dan ketahanan bagi warganya. Β Β











































