Bekasi - Sebanyak 87 kontainer kuliner disiapkan di kawasan Wisata Kalimalang, Bekasi, untuk menata aktivitas usaha di bawah kolong Tol Becakayu.
Foto Bisnis
Wisata Kalimalang Siapkan 87 Kontainer Kuliner di Bawah Tol Becakayu
Jejeran kontainer tampak terlihat di kawasan Wisata Kalimalang, Bekasi,Β kemarin.
Kawasan Wisata Kalimalang di bawah kolong Tol Becakayu, Kota Bekasi, terus dikembangkan sebagai ruang publik dan sentra kuliner baru.
Pengelola kawasan tersebut menyiapkan sebanyak 87 unit kontainer yang akan digunakan sebagai lapak usaha kuliner.
Pengelola menjelaskan, pembangunan kawasan Wisata Kalimalang ini menelan anggaran lebih dari Rp 100 miliar. Pendanaan dilakukan melalui skema kolaborasi atau patungan yang melibatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dari total kontainer yang disiapkan, sebanyak 12 unit diperuntukkan khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Untuk kategori UMKM, biaya sewa ditetapkan sebesar Rp 50 juta per tahun. Sementara itu, 75 unit kontainer lainnya dialokasikan bagi pelaku usaha non-UMKM dengan biaya sewa mencapai Rp 100 juta per tahun.Β Guna meringankan beban biaya sewa, pengelola memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha kecil. Satu unit lapak kontainer diperbolehkan untuk digunakan bersama oleh dua hingga tiga pelaku usaha UMKM, sehingga biaya operasional dapat ditanggung secara kolektif.
Keberadaan kawasan kuliner di Wisata Kalimalang diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi warga Bekasi dan sekitarnya. Selain sebagai ruang rekreasi, kawasan ini juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM serta penataan aktivitas usaha di bawah kolong tol agar lebih tertib dan bernilai ekonomi.











































