Dulu Ramai Jadi Primadona Penjualan Tekstil, Kini Pasar Cipadu Kian Sepi

Foto Bisnis

Dulu Ramai Jadi Primadona Penjualan Tekstil, Kini Pasar Cipadu Kian Sepi

Gilang Faturahman - detikFinance
Senin, 19 Jan 2026 15:45 WIB

Tangerang Selatan - Pasar Tekstil Cipadu di Tangerang Selatan kehilangan denyut transaksi akibat melemahnya produksi dan pergeseran belanja ke platform daring.

Pedagang menata kain tekstil dagangannya di Pasar Tekstil Cipadu, Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/1/2026). Pasar Tekstil Cipadu di Tangerang Selatan yang selama ini menjadi rujukan utama perdagangan tekstil kini tampak kehilangan geliatnya.

Suasana ruko - ruko kosong di Pasar Tekstil Cipadu, Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/1/2026).

Pedagang menata kain tekstil dagangannya di Pasar Tekstil Cipadu, Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/1/2026). Pasar Tekstil Cipadu di Tangerang Selatan yang selama ini menjadi rujukan utama perdagangan tekstil kini tampak kehilangan geliatnya.

Pasar Tekstil Cipadu di Tangerang Selatan, Banten, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pusat perdagangan kain dan tekstil, kini tampak kehilangan denyut transaksinya.

Pedagang menata kain tekstil dagangannya di Pasar Tekstil Cipadu, Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/1/2026). Pasar Tekstil Cipadu di Tangerang Selatan yang selama ini menjadi rujukan utama perdagangan tekstil kini tampak kehilangan geliatnya.

Aktivitas jual beli yang dulu ramai kini kian melambat, seiring melemahnya produksi industri tekstil dan pergeseran pola belanja masyarakat ke platform daring.

Pedagang menata kain tekstil dagangannya di Pasar Tekstil Cipadu, Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/1/2026). Pasar Tekstil Cipadu di Tangerang Selatan yang selama ini menjadi rujukan utama perdagangan tekstil kini tampak kehilangan geliatnya.

Para pedagang mengaku kondisi pasar belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pedagang menata kain tekstil dagangannya di Pasar Tekstil Cipadu, Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/1/2026). Pasar Tekstil Cipadu di Tangerang Selatan yang selama ini menjadi rujukan utama perdagangan tekstil kini tampak kehilangan geliatnya.

Permintaan yang menurun membuat mereka kesulitan menghabiskan stok, sementara arus kas terus tertekan akibat rendahnya volume penjualan.

Pedagang menata kain tekstil dagangannya di Pasar Tekstil Cipadu, Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/1/2026). Pasar Tekstil Cipadu di Tangerang Selatan yang selama ini menjadi rujukan utama perdagangan tekstil kini tampak kehilangan geliatnya.

Kelesuan ini tak lepas dari turunnya aktivitas produksi di sektor tekstil dan garmen. Sejumlah pabrik disebut mengurangi kapasitas produksi, bahkan ada yang menghentikan operasional sementara. Dampaknya, kebutuhan bahan baku ikut menyusut, sehingga rantai pasok dari hulu hingga hilir semakin melemah.

Pedagang menata kain tekstil dagangannya di Pasar Tekstil Cipadu, Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/1/2026). Pasar Tekstil Cipadu di Tangerang Selatan yang selama ini menjadi rujukan utama perdagangan tekstil kini tampak kehilangan geliatnya.

Selain faktor produksi, pergeseran perilaku belanja masyarakat ke platform daring juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak pembeli, terutama pelaku usaha kecil dan menengah, kini memilih mencari bahan tekstil melalui marketplace karena dinilai lebih praktis dan menawarkan harga yang lebih kompetitif.

Pedagang menata kain tekstil dagangannya di Pasar Tekstil Cipadu, Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/1/2026). Pasar Tekstil Cipadu di Tangerang Selatan yang selama ini menjadi rujukan utama perdagangan tekstil kini tampak kehilangan geliatnya.

Tekanan terhadap industri tekstil nasional juga datang dari dinamika global. Kebijakan tarif impor Amerika Serikat yang berpotensi menaikkan bea masuk produk tekstil dikhawatirkan akan menekan daya saing produk Indonesia di pasar internasional. Situasi tersebut membuat pelaku industri harus bekerja ekstra untuk mempertahankan pangsa pasar ekspor di tengah persaingan yang semakin ketat.

Pedagang menata kain tekstil dagangannya di Pasar Tekstil Cipadu, Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/1/2026). Pasar Tekstil Cipadu di Tangerang Selatan yang selama ini menjadi rujukan utama perdagangan tekstil kini tampak kehilangan geliatnya.

Lorong pasar yang biasanya penuh lalu lalang kini tampak lebih lengang, dengan sebagian kios hanya melayani pembeli dalam jumlah terbatas.

Pedagang menata kain tekstil dagangannya di Pasar Tekstil Cipadu, Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/1/2026). Pasar Tekstil Cipadu di Tangerang Selatan yang selama ini menjadi rujukan utama perdagangan tekstil kini tampak kehilangan geliatnya.

Di tengah kondisi tersebut, wacana pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) khusus tekstil mulai mencuat. Danantara disebut tengah menyiapkan investasi sekitar USD 6 miliar atau setara Rp 101 triliun untuk mengembangkan industri tekstil nasional. Investasi ini ditargetkan mampu mendorong nilai ekspor tekstil Indonesia dari sekitar USD 4 miliar menjadi USD 40 miliar dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

Dulu Ramai Jadi Primadona Penjualan Tekstil, Kini Pasar Cipadu Kian Sepi
Dulu Ramai Jadi Primadona Penjualan Tekstil, Kini Pasar Cipadu Kian Sepi
Dulu Ramai Jadi Primadona Penjualan Tekstil, Kini Pasar Cipadu Kian Sepi
Dulu Ramai Jadi Primadona Penjualan Tekstil, Kini Pasar Cipadu Kian Sepi
Dulu Ramai Jadi Primadona Penjualan Tekstil, Kini Pasar Cipadu Kian Sepi
Dulu Ramai Jadi Primadona Penjualan Tekstil, Kini Pasar Cipadu Kian Sepi
Dulu Ramai Jadi Primadona Penjualan Tekstil, Kini Pasar Cipadu Kian Sepi
Dulu Ramai Jadi Primadona Penjualan Tekstil, Kini Pasar Cipadu Kian Sepi
Dulu Ramai Jadi Primadona Penjualan Tekstil, Kini Pasar Cipadu Kian Sepi
Dulu Ramai Jadi Primadona Penjualan Tekstil, Kini Pasar Cipadu Kian Sepi
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads