Aceh - Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK) mengembangkan produk parfum melalui hilirisasi minyak nilam Aceh.
Foto Bisnis
ARC Kembangkan Parfum dari Hilirisasi Minyak Nilam Aceh
Petugas memurnikan dan menguji minyak atsiri dari tanaman nilam (Pogostemon cablin) di Laboratorium Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Aceh. Pengembangan tersebut dilakukan di Laboratorium Atsiri ARC USK, Banda Aceh. Minyak atsiri dari tanaman nilam (Pogostemon cablin) dimurnikan dan diuji kualitasnya sebelum diolah lebih lanjut menjadi bahan baku utama parfum bernilai ekonomi lebih tinggi. ANTARA FOTO/Akramul Muslim
Nilam Aceh selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan dengan kualitas minyak atsiri yang diminati pasar. Melalui hilirisasi, ARC tidak hanya mendorong peningkatan mutu produk, tetapi juga memperluas pemanfaatan minyak nilam agar tidak berhenti pada penjualan bahan mentah. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperkuat daya saing industri berbasis sumber daya alam daerah. ANTARA FOTO/Akramul Muslim
Pengembangan parfum berbasis minyak nilam Aceh ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, mendorong inovasi industri kreatif, serta memberikan dampak ekonomi bagi petani dan pelaku usaha lokal. Produk turunan yang dihasilkan juga ditujukan untuk menjawab kebutuhan pasar dalam dan luar negeri. ARC menegaskan hilirisasi menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem industri atsiri nasional. ANTARA FOTO/Akramul Muslim











































