Kongo - Setahun setelah M23 menguasai Goma, warga Kongo menjalani hidup dengan ekonomi lumpuh, layanan terbatas, dan ketidakpastian keamanan yang terus membayangi.
Foto Bisnis
Goma Setahun di Bawah M23: Ekonomi Tertekan, Hidup Tak Pasti
Seorang pria mengangkut kayu di kawasan pasar Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo. Setahun setelah kelompok bersenjata M23 merebut kendali kota pada 2025, aktivitas ekonomi tetap berjalan terbatas, terutama di sektor informal, sementara banyak perusahaan dan institusi negara belum kembali beroperasi penuh. REUTERS/Arlette Bashizi
Warga melintas di area pertokoan Goma yang dipenuhi pedagang kaki lima. Banyak toko formal tutup atau mengurangi jam operasional akibat ketidakpastian keamanan dan menurunnya aktivitas bisnis sejak konflik meningkat di wilayah tersebut.Β REUTERS/Arlette Bashizi
Sebuah cabang Ecobank yang ditutup terlihat di pusat kota Goma. Sejumlah bank komersial menghentikan operasionalnya setelah M23 mengambil alih kota karena alasan keamanan dan risiko operasional, membuat warga kesulitan menarik tabungan dan menerima gaji atau bantuan resmi.Β REUTERS/Arlette Bashizi
Corneille Nanga, koordinator Aliansi Fleuve Congo (AFC) yang berafiliasi dengan kelompok bersenjata M23, berpose untuk potret setelah wawancara dengan Reuters di taman kantornya di Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, 26 Januari 2026, setahun setelah M23 merebut kendali kota tersebut.Β REUTERS/Arlette Bashizi
Pedagang menjajakan barang kebutuhan pokok di pasar pusat Goma. Warga mengatakan harga pangan meningkat dan pasokan tidak stabil sejak pendudukan M23, diperparah oleh gangguan transportasi dan terbatasnya akses perbankan.Β REUTERS/Arlette Bashizi
Warga menghadiri pertemuan komunitas di Goma. Organisasi lokal dan gereja menjadi salah satu penopang utama layanan sosial, termasuk distribusi bantuan dan dukungan psikologis, setelah sebagian layanan pemerintah terganggu pasca pendudukan M23.Β REUTERS/Arlette Bashizi
Seorang pria menarik gerobak bermuatan besar di jalan kota Goma. Banyak penduduk beralih ke pekerjaan kasar dan perdagangan kecil untuk bertahan hidup karena tingginya angka pengangguran setelah perusahaan dan proyek pembangunan dihentikan.Β REUTERS/Arlette Bashizi
Deretan kios kecil di Goma tetap buka meski transaksi sebagian besar dilakukan tunai akibat sistem perbankan yang lumpuh. Pelaku usaha kecil mengaku kesulitan mendapatkan modal dan pasokan barang dari luar kota. REUTERS/Arlette Bashizi











































