Jakarta - Meski dilakukan secara tradisional, produksi tempe di Sentra Rorotan mampu menyuplai ribuan kilogram tempe ke pasar dan warung makan setiap hari.
Foto Bisnis
Intip Produksi Tempe Tradisional Rorotan yang Pasok Ribuan Kilogram per Hari
Pekerja memproduksi tempe secara tradisional di Sentra Produksi Tempe Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (6/2/2026). Sentra ini menjadi salah satu pemasok tempe untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional dan warung makan di wilayah Jakarta Utara.
Dalam sehari, Sentra Tempe Rorotan mampu mengolah kacang kedelai hingga menghasilkan sekitar 2.000 kilogram tempe. Proses produksi dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan keterampilan para pekerja yang telah terbiasa mengolah kedelai secara manual.
Pada tahap awal, kacang kedelai direbus menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar utama. Perebusan berlangsung sekitar tiga jam hingga kedelai matang dan siap diolah ke tahap berikutnya.
Setelah direbus dan didinginkan, pekerja terlihat mencampurkan ragi ke dalam kedelai. Proses pengadukan dilakukan secara merata agar ragi tersebar sempurna, sehingga fermentasi dapat berjalan optimal.
Kedelai yang telah tercampur ragi kemudian dicetak dan dibungkus menggunakan lapisan plastik. Proses pencetakan ini menentukan bentuk dan ketebalan tempe sebelum difermentasi.
Selanjutnya, tempe yang telah dicetak dijemur di luar ruangan untuk mempercepat proses fermentasi. Biasanya, dalam waktu semalaman tempe sudah matang dan siap didistribusikan untuk dikonsumsi masyarakat.











































