Jakarta - Meski harga melati melonjak hingga tiga kali lipat, perajin di Blok C Rawa Belong tetap memenuhi pesanan aksesori pengantin.
Foto Bisnis
Harga Melati Naik, Perajin Rawa Belong Tetap Meronce
Jumat, 13 Feb 2026 16:00 WIB
Pasar Bunga Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, terdapat sudut yang dipenuhi aroma khas melati. Di Blok C, para perajin tampak sibuk meronce bunga melati menjadi aksesori pernikahan tradisional.
Β
Tangan-tangan terampil itu menyusun kuntum demi kuntum dengan jarum dan benang. Sekilas terlihat sederhana, namun prosesnya membutuhkan ketelatenan dan waktu yang tidak singkat. Untuk satu paket lengkap aksesori adat, pengerjaannya bisa memakan waktu berjam-jam.
Β
Roncean melati dibuat sesuai kebutuhan adat. Untuk pernikahan Sunda misalnya, terdapat cengkehan yang disematkan di dada kanan, sarung konde, hingga pasung. Selain untuk pengantin, karangan melati juga kerap digunakan dalam upacara pemotongan pita hingga penyambutan tamu kehormatan.
Β
Di balik keharumannya, para pedagang menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku. Sule, salah satu perajin, menyebut harga melati melonjak hingga tiga kali lipat. Kenaikan ini dipengaruhi momen Valentine, Imlek, tradisi ziarah menjelang Ramadan, hingga permintaan ekspor ke Singapura.
Β
Blok C Rawa Belong menjadi tujuan bagi calon pengantin maupun warga yang ingin melihat langsung proses pembuatan roncean melati yang sarat makna tradisi.
Β











































