Indonesia Minta AS Berlakukan Tarif Nol Persen Produk Unggulan

Foto Bisnis

Indonesia Minta AS Berlakukan Tarif Nol Persen Produk Unggulan

Rengga Sancaya - detikFinance
Minggu, 22 Feb 2026 20:30 WIB

Washington DC - Pemerintah Indonesia meminta Amerika Serikat tetap memberlakukan tarif impor nol persen bagi sejumlah produk unggulan nasional.

Pemilik kafe menjual biji kopi dari Indonesia di Dua DC Coffee, Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/2/2026). Pemerintah Indonesia meminta Amerika Serikat tetap memberlakukan tarif impor nol persen bagi sejumlah produk unggulan nasional seperti kopi usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif global sebesar 10 persen. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

Permintaan ini disampaikan menyusul kebijakan tarif global sebesar 10 persen yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, yang berpotensi berdampak pada arus perdagangan internasional.Β Di sisi lain, pelaku usaha menyambut baik langkah pemerintah tersebut. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Pemilik kafe menjual biji kopi dari Indonesia di Dua DC Coffee, Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/2/2026). Pemerintah Indonesia meminta Amerika Serikat tetap memberlakukan tarif impor nol persen bagi sejumlah produk unggulan nasional seperti kopi usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif global sebesar 10 persen. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

Produk unggulan seperti kopi menjadi salah satu komoditas yang diharapkan tetap mendapat perlakuan tarif nol persen. Selama ini, kopi Indonesia memiliki pangsa pasar yang kuat di AS dan dinilai memiliki daya saing tinggi. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Pemilik kafe menjual biji kopi dari Indonesia di Dua DC Coffee, Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/2/2026). Pemerintah Indonesia meminta Amerika Serikat tetap memberlakukan tarif impor nol persen bagi sejumlah produk unggulan nasional seperti kopi usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif global sebesar 10 persen. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

Permintaan tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah menjaga hubungan dagang bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat. Pemerintah menilai kerja sama ekonomi kedua negara selama ini berjalan saling menguntungkan, sehingga diharapkan kebijakan tarif global tidak berdampak pada produk-produk unggulan Indonesia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Pekerja melayani pembeli kopi yang bijinya berasal dari Indonesia di Dua DC Coffee, Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/2/2026). Pemerintah Indonesia meminta Amerika Serikat tetap memberlakukan tarif impor nol persen bagi sejumlah produk unggulan nasional seperti kopi usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif global sebesar 10 persen. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Pemerintah pun menegaskan akan terus melakukan komunikasi dan diplomasi dagang guna memastikan produk unggulan nasional tetap kompetitif di pasar global. Kebijakan tarif nol persen dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekspor serta keberlanjutan pelaku usaha, khususnya petani dan eksportir kopi nasional. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Pekerja melayani pembeli kopi yang bijinya berasal dari Indonesia di Dua DC Coffee, Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/2/2026). Pemerintah Indonesia meminta Amerika Serikat tetap memberlakukan tarif impor nol persen bagi sejumlah produk unggulan nasional seperti kopi usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif global sebesar 10 persen. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Di Washington DC, sejumlah kafe tetap menjual biji kopi asal Indonesia, menunjukkan tingginya minat pasar AS terhadap produk kopi nusantara. Dengan langkah ini, Indonesia berharap kebijakan tarif nol persen dapat terus diberlakukan, sehingga ekspor produk unggulan tetap terjaga di tengah dinamika kebijakan perdagangan global. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Indonesia Minta AS Berlakukan Tarif Nol Persen Produk Unggulan
Indonesia Minta AS Berlakukan Tarif Nol Persen Produk Unggulan
Indonesia Minta AS Berlakukan Tarif Nol Persen Produk Unggulan
Indonesia Minta AS Berlakukan Tarif Nol Persen Produk Unggulan
Indonesia Minta AS Berlakukan Tarif Nol Persen Produk Unggulan
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads