Jakarta - Nilai tukar rupiah melemah hingga menembus Rp17.000 per dolar AS pada awal pekan, dipicu sentimen global dan meningkatnya permintaan aset safe haven.
Foto Bisnis
Dolar AS Tembus Rp17.000, Rupiah Tertekan Sentimen Global
Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS di Jakarta, Senin (9/3/2026).Β
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus level psikologis Rp 17.000 pada perdagangan awal pekan. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya tekanan dari berbagai sentimen global yang mempengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang.
Pada perdagangan Senin (9/3/2026) pagi, rupiah tercatat melemah sekitar puluhan poin dan sempat diperdagangkan di kisaran Rp 17.001 hingga Rp 17.010 per dolar AS di pasar spot.Β
Posisi ini lebih rendah dibanding penutupan akhir pekan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp 16.925 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dipicu meningkatnya sentimen penghindaran risiko (risk off) di pasar keuangan global. Lonjakan harga minyak dunia dan ketegangan geopolitik internasional membuat investor cenderung beralih ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.
Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang dapat mempengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.Β
Jika data ekonomi AS menunjukkan kondisi kuat, peluang penurunan suku bunga bisa tertunda sehingga dolar semakin menguat terhadap mata uang lain.
Meski sempat menembus level Rp 17.000, pergerakan rupiah masih fluktuatif selama perdagangan berlangsung. Di beberapa sesi, pelemahan sempat berkurang sehingga rupiah kembali bergerak sedikit di bawah level tersebut, meski tekanan terhadap mata uang domestik masih cukup kuat.











































