Jakarta - Harga minyak dunia melonjak mendekati US$110 per barel akibat konflik Timur Tengah. Kenaikan ini memicu kepanikan, antrean BBM, hingga aksi protes.
Foto Bisnis
Harga Minyak Mentah Hampir US$110, Dunia Dilanda Kepanikan
Harga minyak mentah dunia melonjak tajam hingga mendekati US$110 per barel pada perdagangan Minggu waktu setempat. Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak 20,75% menjadi US$109,75 per barel. Terakhir kali harga minyak menembus US$100 terjadi pada awal invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. REUTERS/Lisa Marie David
Ketegangan di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global. Situasi makin memanas setelah sejumlah fasilitas energi, termasuk kilang minyak di kawasan Teluk, terdampak serangan. REUTERS/Stringer
Penutupan jalur Selat Hormuz memperparah kondisi pasar. Jalur tersebut selama ini menjadi rute pengiriman sekitar 20% konsumsi minyak dunia. REUTERS/Nicolas Economou
Banyak perusahaan pelayaran tanker memilih menghindari kawasan tersebut karena khawatir menjadi sasaran serangan. Akibatnya, pengiriman minyak terganggu dan stok menumpuk di negara produsen. Getty Images/NurPhoto
Gangguan distribusi ini juga memaksa beberapa negara Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) menyesuaikan produksi. Produksi di sejumlah ladang minyak Irak bahkan dilaporkan turun hingga 70%. REUTERS/Kim Hong-Ji
Lonjakan harga minyak global mulai berdampak pada masyarakat di berbagai negara. Mereka protes karena harga bahan bakar yang terus melonjak. REUTERS/Lisa Marie David
Antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar dan aksi protes sopir transportasi muncul akibat kekhawatiran kenaikan harga energi. REUTERS/Akhtar Soomro











































