Harga Minyak Mentah Hampir US$110, Dunia Dilanda Kepanikan

Foto Bisnis

Harga Minyak Mentah Hampir US$110, Dunia Dilanda Kepanikan

Rafida Fauzia - detikFinance
Selasa, 10 Mar 2026 05:00 WIB

Jakarta - Harga minyak dunia melonjak mendekati US$110 per barel akibat konflik Timur Tengah. Kenaikan ini memicu kepanikan, antrean BBM, hingga aksi protes.

A worker fills an underground storage tank at a gas station as oil prices are expected to increase amid the U.S.-Israel conflict with Iran, in Quezon City, Metro Manila, Philippines, March 9, 2026. REUTERS/Lisa Marie David

Harga minyak mentah dunia melonjak tajam hingga mendekati US$110 per barel pada perdagangan Minggu waktu setempat. Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak 20,75% menjadi US$109,75 per barel. Terakhir kali harga minyak menembus US$100 terjadi pada awal invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. REUTERS/Lisa Marie David

Smoke rises following a strike on the Bapco Oil Refinery, amid the U.S.-Israeli conflict with Iran, on Sitra Island Bahrain, March 9, 2026. REUTERS/Stringer      TPX IMAGES OF THE DAY

Ketegangan di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global. Situasi makin memanas setelah sejumlah fasilitas energi, termasuk kilang minyak di kawasan Teluk, terdampak serangan. REUTERS/Stringer

FILE PHOTO: An aerial view of the Iranian shores and the island of Qeshm in the strait of Hormuz, December 10, 2023. REUTERS/Stringer/File Photo

Penutupan jalur Selat Hormuz memperparah kondisi pasar. Jalur tersebut selama ini menjadi rute pengiriman sekitar 20% konsumsi minyak dunia. REUTERS/Nicolas Economou

Basij paramilitary force speed boats are sailing along the Persian Gulf during the Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) marine parade to commemorate Persian Gulf National Day, near the Bushehr nuclear power plant in the seaport city of Bushehr, Bushehr province, in the south of Iran, on April 29, 2024. Persian Gulf National Day, which celebrates the expulsion of the Portuguese from the Strait of Hormuz and the Persian Gulf in 1622 by the Safavid forces led by Imam Quli Khan under the command of Shah Abbas I, is observed on the 10th of Ordibehesht in the Iranian calendar, typically falling in late April or early May. (Photo by Morteza Nikoubazl/NurPhoto via Getty Images)

Banyak perusahaan pelayaran tanker memilih menghindari kawasan tersebut karena khawatir menjadi sasaran serangan. Akibatnya, pengiriman minyak terganggu dan stok menumpuk di negara produsen. Getty Images/NurPhoto

A board shows oil prices as cars wait in a line at a gas station in Seoul, South Korea, March 9, 2026.   REUTERS/Kim Hong-Ji

Gangguan distribusi ini juga memaksa beberapa negara Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) menyesuaikan produksi. Produksi di sejumlah ladang minyak Irak bahkan dilaporkan turun hingga 70%. REUTERS/Kim Hong-Ji

Members of a transport group, mostly jeepney drivers, raise their fist as they march during a protest against oil price hike amid the U.S.-Israel conflict with Iran, near a gas station in Quezon City, Metro Manila, Philippines, March 9, 2026. REUTERS/Lisa Marie David

Lonjakan harga minyak global mulai berdampak pada masyarakat di berbagai negara. Mereka protes karena harga bahan bakar yang terus melonjak. REUTERS/Lisa Marie David

People wait for their turn to get fuel at a petrol station, amid the U.S. and Israeli conflict in Iran, in Karachi, Pakistan March 6, 2026. REUTERS/Akhtar Soomro

Antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar dan aksi protes sopir transportasi muncul akibat kekhawatiran kenaikan harga energi. REUTERS/Akhtar Soomro

Harga Minyak Mentah Hampir US$110, Dunia Dilanda Kepanikan
Harga Minyak Mentah Hampir US$110, Dunia Dilanda Kepanikan
Harga Minyak Mentah Hampir US$110, Dunia Dilanda Kepanikan
Harga Minyak Mentah Hampir US$110, Dunia Dilanda Kepanikan
Harga Minyak Mentah Hampir US$110, Dunia Dilanda Kepanikan
Harga Minyak Mentah Hampir US$110, Dunia Dilanda Kepanikan
Harga Minyak Mentah Hampir US$110, Dunia Dilanda Kepanikan
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads