Manila - Aktivis buruh berunjuk rasa di Manila menuntut kenaikan upah. Aksi terjadi di tengah darurat energi akibat lonjakan harga bahan bakar.
Foto Bisnis
Buruh Tuntut Kenaikan Upah di Tengah Darurat Energi
Puluhan aktivis buruh berunjuk rasa di dekat istana presiden di Manila, Rabu (25/3/2026). Massa buruh menuntut pemerintah menaikkan upah di tengah melonjaknya harga bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah. REUTERS/Eloisa Lopez
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. pada hari Selasa (24/3) mendeklarasikan keadaan darurat energi nasional sebagai tanggapan terhadap konflik di Timur Tengah dan apa yang disebutnya sebagai "bahaya yang mengancam" pasokan energi negara. Filipina sangat bergantung pada impor bahan bakar.Β Deklarasi darurat, yang akan berlaku selama satu tahun, memberi wewenang kepada pemerintah untuk membeli bahan bakar dan produk minyak bumi untuk memastikan pasokan yang tepat waktu dan mencukupi. REUTERS/Eloisa Lopez
Para aktivis mengatakan langkah-langkah tersebut tidak akan dirasakan oleh pekerja biasa dan malah menyerukan kenaikan upah sebesar 1.200 peso ($20) secara merata untuk mengimbangi kenaikan harga bahan bakar. Upah minimum harian saat ini di Manila sekitar 695 peso ($12). REUTERS/Eloisa Lopez
Para pekerja transportasi, penumpang, dan kelompok konsumen berencana melakukan mogok kerja selama dua hari mulai Kamis (26/3) untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar dan apa yang mereka sebut sebagai kegagalan pemerintahan Marcos untuk bertindak. REUTERS/Eloisa Lopez











































