Jakarta - Kebijakan WFH satu hari per pekan diprediksi menekan permintaan ojol. Pendapatan pengemudi berpotensi turun hingga 30 persen dari kondisi normal.
Foto Bisnis
Rencana WFH Sepekan Sekali Ancam Pendapatan Ojol
Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menunggu penumpang di depan Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Pemerintah berencana menerapkan kebijakan work from home (WFH) selama satu hari dalam sepekan usai Lebaran 2026 sebagai langkah efisiensi bahan bakar.
Β Rencana tersebut diperkirakan akan berdampak pada penurunan permintaan layanan ojek online, khususnya pada sektor angkutan penumpang.
Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyebut kebijakan WFH berpotensi menurunkan pendapatan pengemudi ojol hingga 10-30 persen dari kondisi normal.
Ia mengatakan penurunan tersebut dapat memengaruhi keberlangsungan ekonomi para pengemudi, terutama bagi mereka yang bergantung pada layanan angkutan penumpang. Β
Meski demikian, pengemudi ojol dinilai telah memiliki pengalaman beradaptasi menghadapi kondisi serupa, seperti saat pandemi COVID-19 ketika kebijakan WFH diberlakukan secara luas.
Β Pemerintah diharapkan dapat mencari solusi agar kebijakan tersebut tetap berjalan tanpa memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan para pengemudi ojol.











































