Dari Aceh ke Prancis, Songket Tradisional Tembus Pasar Internasional

Foto Bisnis

Dari Aceh ke Prancis, Songket Tradisional Tembus Pasar Internasional

Rengga Sancaya - detikFinance
Rabu, 15 Apr 2026 06:00 WIB

Aceh - Produksi kain songket tradisional khas Aceh terus menunjukkan eksistensinya hingga menembus pasar internasional.

Ira Mutiara (33), pemilik rumah produksi Mutiara Songket, memperlihatkan kain songket khas Aceh di Aceh Besar, Aceh, Selasa (14/4/2026). Rumah produksi tersebut mampu memproduksi kain songket khas Aceh sebanyak 10 helai per bulan dengan beragam motif seperti Pintu Aceh, Bunga Lawang, dan Bunga Jeumpa yang dipasarkan ke berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi, dan Jakarta dengan harga jual berkisar Rp800 ribu-Rp3 juta per helai serta turut dipamerkan pada ajang fesyen internasional di Prancis. ANTARA FOTO/Akramul Muslim

Di rumah produksi Mutiara Songket, para perajin masih setia menenun kain secara manual menggunakan alat tradisional. Setiap helai kain songket dikerjakan dengan teliti dan membutuhkan waktu yang tidak singkat. Dalam satu bulan, rumah produksi tersebut mampu menghasilkan sekitar 10 helai kain dengan berbagai motif khas, seperti Pintu Aceh, Bunga Lawang, dan Bunga Jeumpa. ANTARA FOTO/Akramul Muslim

Ira Mutiara (33), pemilik rumah produksi Mutiara Songket, memperlihatkan kain songket khas Aceh di Aceh Besar, Aceh, Selasa (14/4/2026). Rumah produksi tersebut mampu memproduksi kain songket khas Aceh sebanyak 10 helai per bulan dengan beragam motif seperti Pintu Aceh, Bunga Lawang, dan Bunga Jeumpa yang dipasarkan ke berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi, dan Jakarta dengan harga jual berkisar Rp800 ribu-Rp3 juta per helai serta turut dipamerkan pada ajang fesyen internasional di Prancis. ANTARA FOTO/Akramul Muslim

Keunikan motif serta kualitas pengerjaan menjadi daya tarik utama songket Aceh di pasar. Produk ini tidak hanya dipasarkan ke berbagai daerah di dalam negeri, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi, hingga Jakarta, tetapi juga berhasil menembus pasar internasional. Setiap helai kain songket dikerjakan dengan teliti dan membutuhkan waktu yang tidak singkat. Dalam satu bulan, rumah produksi tersebut mampu menghasilkan sekitar 10 helai kain dengan berbagai motif khas, seperti Pintu Aceh, Bunga Lawang, dan Bunga Jeumpa. ANTARA FOTO/Akramul Muslim

Ira Mutiara (33), pemilik rumah produksi Mutiara Songket, memperlihatkan kain songket khas Aceh di Aceh Besar, Aceh, Selasa (14/4/2026). Rumah produksi tersebut mampu memproduksi kain songket khas Aceh sebanyak 10 helai per bulan dengan beragam motif seperti Pintu Aceh, Bunga Lawang, dan Bunga Jeumpa yang dipasarkan ke berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi, dan Jakarta dengan harga jual berkisar Rp800 ribu-Rp3 juta per helai serta turut dipamerkan pada ajang fesyen internasional di Prancis. ANTARA FOTO/Akramul Muslim

Songket khas Aceh bahkan telah dipamerkan dalam ajang fesyen di Prancis, menunjukkan bahwa kain tradisional Indonesia memiliki nilai estetika dan daya saing di kancah global. Harga jual kain songket tersebut berkisar antara Rp800 ribu hingga Rp3 juta per helai, tergantung pada tingkat kerumitan motif dan kualitas bahan yang digunakan. Meski diproduksi secara terbatas, permintaan terhadap kain ini tetap stabil. ANTARA FOTO/Akramul Muslim

Ira Mutiara (33), pemilik rumah produksi Mutiara Songket, memperlihatkan kain songket khas Aceh di Aceh Besar, Aceh, Selasa (14/4/2026). Rumah produksi tersebut mampu memproduksi kain songket khas Aceh sebanyak 10 helai per bulan dengan beragam motif seperti Pintu Aceh, Bunga Lawang, dan Bunga Jeumpa yang dipasarkan ke berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi, dan Jakarta dengan harga jual berkisar Rp800 ribu-Rp3 juta per helai serta turut dipamerkan pada ajang fesyen internasional di Prancis. ANTARA FOTO/Akramul Muslim

Keberhasilan songket Aceh menembus pasar internasional menjadi bukti bahwa produk kerajinan tradisional masih memiliki peluang besar di era modern. Para perajin pun berharap dukungan terus diberikan agar warisan budaya ini tetap lestari sekaligus mampu bersaing di pasar global. ANTARA FOTO/Akramul Muslim

Dari Aceh ke Prancis, Songket Tradisional Tembus Pasar Internasional
Dari Aceh ke Prancis, Songket Tradisional Tembus Pasar Internasional
Dari Aceh ke Prancis, Songket Tradisional Tembus Pasar Internasional
Dari Aceh ke Prancis, Songket Tradisional Tembus Pasar Internasional
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads