Jakarta - Pameran Indo Intertex-Inatex 2026 menjadi ajang bagi industri tekstil nasional untuk memperkuat inovasi dan kolaborasi di tengah dinamika global.
Foto Bisnis
Indo Intertex 2026 Buka Peluang Baru bagi Industri Tekstil RI
Petugas memeragakan cara penggunaan mesin tekstil dalam pameran Indo IntertexβInatex 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (15/4/2026).Β
Kegiatan ini berlangsung di tengah kondisi global yang masih dinamis, ditandai ketegangan geopolitik, disrupsi perdagangan, serta pergeseran rantai pasok yang memengaruhi industri manufaktur, termasuk sektor tekstil dan produk tekstil (TPT).
Dalam situasi tersebut, industri TPT dituntut semakin efisien, adaptif, dan visioner. Meski menghadapi berbagai tantangan, sektor ini tetap menunjukkan daya tahan kuat dan berperan strategis dalam perekonomian nasional, mulai dari menyerap jutaan tenaga kerja hingga menopang industrialisasi serta menghubungkan rantai nilai dari hulu hingga hilir.
Kinerja industri TPT nasional juga masih terjaga. Sepanjang 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 3,55 persen secara tahunan, dengan nilai ekspor mencapai USD 12,08 miliar dan menghasilkan surplus sebesar USD 3,45 miliar.
Penyelenggaraan Indo IntertexβInatex 2026 dinilai semakin relevan sebagai upaya memperkuat industri TPT nasional. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga momentum untuk mengakselerasi pengembangan sektor melalui kolaborasi dan inovasi.
Selain itu, pameran ini menjadi wadah business matching yang mempertemukan pelaku usaha nasional dan internasional. Hal ini membuka peluang kemitraan serta investasi yang lebih luas bagi industri tekstil dalam negeri.
Berbagai inovasi teknologi ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari mesin berkelanjutan, produk ramah lingkungan, hingga teknologi daur ulang, efisiensi energi, serta solusi berbasis kecerdasan buatan yang mendukung transformasi digital industri.
Sebanyak 428 perusahaan industri TPT turut berpartisipasi dalam pameran ini, dengan dominasi pelaku industri dalam negeri mencapai 65 persen.Β Β Sementara itu, keikutsertaan industri permesinan TPT dalam negeri tercatat sebesar 60 persen, mencerminkan kesiapan dan kontribusi kuat pelaku industri nasional dalam mendorong pertumbuhan sektor ini.











































