Genjot Populasi Sapi Lokal, Pemerintah Andalkan Inseminasi Buatan

Foto Bisnis

Genjot Populasi Sapi Lokal, Pemerintah Andalkan Inseminasi Buatan

Rengga Sancaya - detikFinance
Selasa, 21 Apr 2026 22:00 WIB

Banyuwangi - Pemerintah percepat peningkatan populasi sapi dan kerbau lokal untuk memperkuat ekonomi peternakan serta menjaga stabilitas pasokan daging nasional.

Seorang pemilik menunggang indukan sapi Bali (Bos Javanicus domesticus) di sebuah kandang di Tanjung, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (20/4/2026). Pemerintah terus berupaya meningkatkan populasi sapi dan kerbau lokal melalui penerapan teknologi inseminasi buatan untuk memperbaiki mutu genetik ternak, meningkatkan angka kelahiran dan mencegah penularan penyakit sebagai upaya memenuhi kebutuhan daging sapi dan kerbau Nasional pada 2026 sebesar 964 ribu ton dimana proyeksi produksi saat ini baru mencapai 479 ribu ton. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Pekerja memberi makan sejumlah sapi Bali (Bos Javanicus domesticus) di sebuah kandang di Tanjung, Banyuwangi, Jawa Timur. Upaya ini dinilai penting di tengah tingginya kebutuhan daging yang diproyeksikan mencapai 964 ribu ton pada 2026, sementara kapasitas produksi dalam negeri saat ini baru sekitar 479 ribu ton. Program inseminasi buatan menjadi instrumen utama dalam kebijakan tersebut karena mampu meningkatkan produktivitas ternak secara lebih efisien. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Seorang pemilik menunggang indukan sapi Bali (Bos Javanicus domesticus) di sebuah kandang di Tanjung, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (20/4/2026). Pemerintah terus berupaya meningkatkan populasi sapi dan kerbau lokal melalui penerapan teknologi inseminasi buatan untuk memperbaiki mutu genetik ternak, meningkatkan angka kelahiran dan mencegah penularan penyakit sebagai upaya memenuhi kebutuhan daging sapi dan kerbau Nasional pada 2026 sebesar 964 ribu ton dimana proyeksi produksi saat ini baru mencapai 479 ribu ton. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Selain memperbaiki kualitas genetik, teknologi ini juga mendorong tingkat kelahiran yang lebih tinggi, sehingga berdampak langsung pada peningkatan populasi dan nilai ekonomi ternak di tingkat peternak. Di sisi lain, peningkatan populasi sapi lokal berpotensi memperkuat rantai pasok industri daging nasional, mulai dari peternak, distributor, hingga pelaku usaha pengolahan. Dengan pasokan yang lebih stabil, fluktuasi harga daging di pasar diharapkan dapat ditekan, sehingga menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Seorang pemilik menunggang indukan sapi Bali (Bos Javanicus domesticus) di sebuah kandang di Tanjung, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (20/4/2026). Pemerintah terus berupaya meningkatkan populasi sapi dan kerbau lokal melalui penerapan teknologi inseminasi buatan untuk memperbaiki mutu genetik ternak, meningkatkan angka kelahiran dan mencegah penularan penyakit sebagai upaya memenuhi kebutuhan daging sapi dan kerbau Nasional pada 2026 sebesar 964 ribu ton dimana proyeksi produksi saat ini baru mencapai 479 ribu ton. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Bagi peternak, program ini juga membuka peluang peningkatan pendapatan. Dengan kualitas ternak yang lebih baik dan produktivitas yang meningkat, nilai jual sapi menjadi lebih tinggi. Hal ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah sentra peternakan sekaligus menciptakan efek berganda terhadap sektor lain, seperti pakan ternak dan distribusi logistik. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Seorang pemilik menunggang indukan sapi Bali (Bos Javanicus domesticus) di sebuah kandang di Tanjung, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (20/4/2026). Pemerintah terus berupaya meningkatkan populasi sapi dan kerbau lokal melalui penerapan teknologi inseminasi buatan untuk memperbaiki mutu genetik ternak, meningkatkan angka kelahiran dan mencegah penularan penyakit sebagai upaya memenuhi kebutuhan daging sapi dan kerbau Nasional pada 2026 sebesar 964 ribu ton dimana proyeksi produksi saat ini baru mencapai 479 ribu ton. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Melalui optimalisasi teknologi inseminasi buatan dan penguatan sektor hulu peternakan, pemerintah menargetkan terciptanya kemandirian daging nasional. Selain mengurangi ketergantungan pada impor, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan ekonomi berbasis pangan domestik. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Genjot Populasi Sapi Lokal, Pemerintah Andalkan Inseminasi Buatan
Genjot Populasi Sapi Lokal, Pemerintah Andalkan Inseminasi Buatan
Genjot Populasi Sapi Lokal, Pemerintah Andalkan Inseminasi Buatan
Genjot Populasi Sapi Lokal, Pemerintah Andalkan Inseminasi Buatan
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads