Tangerang - Harga minyak goreng kemasan mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, dipicu oleh mahalnya biaya bahan baku plastik.
Foto Bisnis
Harga Minyak Goreng Naik Imbas Biaya Plastik Mahal
Kenaikan ini membuat harga minyak goreng di pasaran menyentuh kisaran Rp21 ribu hingga Rp22 ribu per liter, sehingga berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengakui bahwa lonjakan harga tersebut tidak lepas dari meningkatnya biaya plastik yang digunakan sebagai kemasan. Menurutnya, sebagian besar produk minyak goreng di pasaran masih mengandalkan kemasan plastik, sehingga perubahan harga di sektor hulu turut memengaruhi biaya produksi secara keseluruhan.
Berdasarkan pantauan di Kota Tangerang, harga minyak goreng baik merek MinyaKita maupun produk premium kini berada di kisaran Rp21 ribu hingga Rp22 ribu per liter.
Kondisi ini dirasakan oleh para pedagang maupun konsumen yang harus menyesuaikan pengeluaran mereka.Β Kenaikan harga bahan baku plastik dinilai memberikan tekanan tambahan bagi produsen, karena biaya kemasan menjadi salah satu komponen penting dalam proses produksi.
Dampaknya, harga jual minyak goreng di tingkat konsumen ikut terdorong naik, termasuk untuk produk dengan kemasan sederhana.
Pemerintah saat ini terus berupaya menstabilkan kondisi tersebut dengan melakukan komunikasi intensif bersama pelaku industri. Langkah ini diharapkan dapat menjaga pasokan bahan baku plastik tetap tersedia serta menekan lonjakan harga agar tidak semakin membebani masyarakat.











































