Jakarta - Koalisi sipil mendesak Indonesia melalui Menteri ESDM hadir di forum TAFF Kolombia dan menunjukkan komitmen nyata meninggalkan energi fosil secara adil.
Foto Bisnis
Surat Undangan Konferensi Energi Terbarukan Global untuk Bahlil
Sejumlah aktivis dari berbagai lembaga yang tergabung dalamΒ Koalisi masyarakat sipil Indonesia seperti Greenpeace Indonesia, AEER, ICEL, Climate Rangers Jakarta, Solidaritas Perempuan, Satya Bumi danΒ Yayasan Indonesia CerahΒ melakukan aksi damai bertajuk 'Fokus Energi Diterbarukanβ di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Dalam aksinya, para aktivis melakukan teatrikal memberikan surat undangan konfrensi terkait energi terbarukan βKonferensi Santa Martaβ kepada βMenteri ESDMβ yang diwakili oleh pendemo bertopeng Bahlil.
Konferensi Santa Marta, atauΒ First Conference on Transitioning Away from Fossil FuelsΒ (TAFF), diselenggarakan pada 24β29 April 2026 di Kolombia merupkan konferensi dunia pertama yang fokus pada transisi dari bahan bakar fosil, mempertemukan 45 negara dan berbagai koalisi untuk merumuskan kerangka kerja global, serta menargetkan deklarasi zona bebas energi fosil untuk COP30/COP31.
Koalisi juga menilai forum TAFF dapat membuka peluang percepatan berbagai inisiatif energi terbarukan, termasuk target pengembangan 100 GW pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 2029, moratorium PLTU baru, serta implementasi pensiun dini PLTU dalam skema JETP.
Selain di Jakarta, aksi serupa digelar di berbagai daerah seperti Bulukumba, Cirebon, dan Nusa Tenggara Barat. Isu yang diangkat beragam, mulai dari akses energi bersih di wilayah terpencil, percepatan penghentian PLTU batu bara, hingga pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas.











































