Melihat Sampah Organik Disulap Jadi Arang Ramah Lingkungan

Foto Bisnis

Melihat Sampah Organik Disulap Jadi Arang Ramah Lingkungan

Pradita Utama - detikFinance
Jumat, 24 Apr 2026 18:00 WIB

Jakarta - Pengurus bank sampah di Jakarta mengolah limbah organik jadi arang. Inovasi ini jadi solusi ramah lingkungan sekaligus bahan bakar alternatif bernilai ekonomi.

Di tengah upaya mengurangi permasalahan sampah di perkotaan, inovasi sederhana namun berdampak besar dilakukan oleh pengurus Bank Sampah Cemara, Dany dan Latif, di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Jumat (24/4/2026). Mereka mengolah sampah organik menjadi arang atau yang disebut sebagai bauksit, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Di tengah upaya mengurangi permasalahan sampah di perkotaan, inovasi sederhana namun berdampak besar dilakukan oleh pengurus Bank Sampah Cemara, Dany dan Latif, di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Jumat (24/4/2026).
Di tengah upaya mengurangi permasalahan sampah di perkotaan, inovasi sederhana namun berdampak besar dilakukan oleh pengurus Bank Sampah Cemara, Dany dan Latif, di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Jumat (24/4/2026). Mereka mengolah sampah organik menjadi arang atau yang disebut sebagai bauksit, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Mereka mengolah sampah organik menjadi arang atau yang disebut sebagai bauksit, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Di tengah upaya mengurangi permasalahan sampah di perkotaan, inovasi sederhana namun berdampak besar dilakukan oleh pengurus Bank Sampah Cemara, Dany dan Latif, di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Jumat (24/4/2026). Mereka mengolah sampah organik menjadi arang atau yang disebut sebagai bauksit, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Proses pengolahan ini dimulai dari tahap paling mendasar, yaitu pemilahan sampah. Sampah organik seperti sisa makanan, daun kering, dan limbah dapur dipisahkan dari sampah anorganik. Tahapan ini menjadi penting untuk memastikan bahan yang digunakan benar-benar dapat diolah menjadi produk yang berkualitas.
Di tengah upaya mengurangi permasalahan sampah di perkotaan, inovasi sederhana namun berdampak besar dilakukan oleh pengurus Bank Sampah Cemara, Dany dan Latif, di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Jumat (24/4/2026). Mereka mengolah sampah organik menjadi arang atau yang disebut sebagai bauksit, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Setelah dipilah, sampah organik tersebut kemudian diolah lebih lanjut dengan cara dihaluskan hingga menjadi serbuk. Proses penghalusan ini bertujuan agar material lebih mudah dibentuk dan memiliki tekstur yang merata. Selain itu, bentuk serbuk juga mempercepat proses pengolahan selanjutnya.
Di tengah upaya mengurangi permasalahan sampah di perkotaan, inovasi sederhana namun berdampak besar dilakukan oleh pengurus Bank Sampah Cemara, Dany dan Latif, di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Jumat (24/4/2026). Mereka mengolah sampah organik menjadi arang atau yang disebut sebagai bauksit, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Serbuk sampah organik yang telah halus kemudian dicampurkan dengan cairan bio activator. Cairan ini berfungsi untuk membantu proses fermentasi serta meningkatkan kualitas bahan agar lebih mudah menyatu saat dicetak. Campuran tersebut diaduk hingga merata sehingga seluruh bagian serbuk terlapisi dengan baik.
Di tengah upaya mengurangi permasalahan sampah di perkotaan, inovasi sederhana namun berdampak besar dilakukan oleh pengurus Bank Sampah Cemara, Dany dan Latif, di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Jumat (24/4/2026). Mereka mengolah sampah organik menjadi arang atau yang disebut sebagai bauksit, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Setelah proses pencampuran selesai, bahan tersebut didiamkan selama satu hari. Tahap ini bertujuan agar reaksi dari bio activator bekerja secara optimal, sehingga adonan menjadi lebih padat dan siap untuk dibentuk. Proses ini juga membantu mengurangi kadar air dalam bahan.
Di tengah upaya mengurangi permasalahan sampah di perkotaan, inovasi sederhana namun berdampak besar dilakukan oleh pengurus Bank Sampah Cemara, Dany dan Latif, di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Jumat (24/4/2026). Mereka mengolah sampah organik menjadi arang atau yang disebut sebagai bauksit, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Selanjutnya, adonan yang telah didiamkan mulai dicetak menjadi bentuk-bentuk kecil. Ukuran yang kecil dipilih agar memudahkan proses pengeringan serta penggunaan nantinya sebagai bahan bakar. Proses pencetakan dilakukan secara manual dengan alat sederhana, namun tetap menghasilkan bentuk yang seragam.
Di tengah upaya mengurangi permasalahan sampah di perkotaan, inovasi sederhana namun berdampak besar dilakukan oleh pengurus Bank Sampah Cemara, Dany dan Latif, di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Jumat (24/4/2026). Mereka mengolah sampah organik menjadi arang atau yang disebut sebagai bauksit, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Setelah dicetak, bahan tersebut kemudian dikeringkan. Proses pengeringan bisa dilakukan dengan memanfaatkan sinar matahari langsung. Tahapan ini sangat penting untuk memastikan kadar air benar-benar berkurang sehingga arang dapat terbakar dengan baik saat digunakan.
Di tengah upaya mengurangi permasalahan sampah di perkotaan, inovasi sederhana namun berdampak besar dilakukan oleh pengurus Bank Sampah Cemara, Dany dan Latif, di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Jumat (24/4/2026). Mereka mengolah sampah organik menjadi arang atau yang disebut sebagai bauksit, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Hasil akhir dari proses tersebut adalah bauksit atau arang dari sampah organik yang siap digunakan. Arang ini memiliki daya bakar yang cukup baik dan dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Selain itu, penggunaannya juga dinilai lebih ramah lingkungan karena berasal dari limbah yang didaur ulang.
Di tengah upaya mengurangi permasalahan sampah di perkotaan, inovasi sederhana namun berdampak besar dilakukan oleh pengurus Bank Sampah Cemara, Dany dan Latif, di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Jumat (24/4/2026). Mereka mengolah sampah organik menjadi arang atau yang disebut sebagai bauksit, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Inovasi yang dilakukan oleh Dany dan Latif ini menjadi bukti bahwa sampah organik memiliki potensi besar jika diolah dengan tepat. Selain membantu mengurangi volume sampah, langkah ini juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan. Upaya seperti ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas untuk lebih peduli dan kreatif dalam mengelola sampah di sekitar mereka.
Melihat Sampah Organik Disulap Jadi Arang Ramah Lingkungan
Melihat Sampah Organik Disulap Jadi Arang Ramah Lingkungan
Melihat Sampah Organik Disulap Jadi Arang Ramah Lingkungan
Melihat Sampah Organik Disulap Jadi Arang Ramah Lingkungan
Melihat Sampah Organik Disulap Jadi Arang Ramah Lingkungan
Melihat Sampah Organik Disulap Jadi Arang Ramah Lingkungan
Melihat Sampah Organik Disulap Jadi Arang Ramah Lingkungan
Melihat Sampah Organik Disulap Jadi Arang Ramah Lingkungan
Melihat Sampah Organik Disulap Jadi Arang Ramah Lingkungan
Melihat Sampah Organik Disulap Jadi Arang Ramah Lingkungan
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads