Minyak Goreng Kian Mahal, Tembus Rp23 Ribu per Liter di Pasaran

Foto Bisnis

Minyak Goreng Kian Mahal, Tembus Rp23 Ribu per Liter di Pasaran

Andhika Prasetia - detikFinance
Senin, 27 Apr 2026 14:00 WIB

Tangerang Selatan - Harga minyak goreng kemasan di pasar domestik kembali menunjukkan tren kenaikan dan kini menembus kisaran Rp23 ribu per liter.

Harga minyak goreng kemasan di pasar domestik kembali menunjukkan tren kenaikan dan kini menembus kisaran Rp23 ribu per liter. Kondisi ini terpantau di sejumlah pasar tradisional, termasuk di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada Senin (27/4/2026), di mana para pedagang menjual minyak goreng kemasan dengan harga yang semakin tinggi dibandingkan pekan sebelumnya.
Kondisi ini terpantau di sejumlah pasar tradisional, termasuk di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada Senin (27/4/2026), di mana para pedagang menjual minyak goreng kemasan dengan harga yang semakin tinggi dibandingkan pekan sebelumnya.
Harga minyak goreng kemasan di pasar domestik kembali menunjukkan tren kenaikan dan kini menembus kisaran Rp23 ribu per liter. Kondisi ini terpantau di sejumlah pasar tradisional, termasuk di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada Senin (27/4/2026), di mana para pedagang menjual minyak goreng kemasan dengan harga yang semakin tinggi dibandingkan pekan sebelumnya.
Berdasarkan data dari Bank Indonesia melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga minyak goreng kemasan bermerek 1 tercatat mencapai Rp23.550 per liter, sementara bermerek 2 berada di kisaran Rp22.750 per liter. Angka tersebut menunjukkan bahwa harga komoditas ini masih belum mengalami penurunan signifikan.
Harga minyak goreng kemasan di pasar domestik kembali menunjukkan tren kenaikan dan kini menembus kisaran Rp23 ribu per liter. Kondisi ini terpantau di sejumlah pasar tradisional, termasuk di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada Senin (27/4/2026), di mana para pedagang menjual minyak goreng kemasan dengan harga yang semakin tinggi dibandingkan pekan sebelumnya.
Kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah meningkatnya biaya kemasan plastik. Tekanan dari sisi hulu ini diperparah oleh ketidakstabilan geopolitik global serta gangguan pada rantai distribusi, yang berdampak pada naiknya biaya produksi secara keseluruhan.
Harga minyak goreng kemasan di pasar domestik kembali menunjukkan tren kenaikan dan kini menembus kisaran Rp23 ribu per liter. Kondisi ini terpantau di sejumlah pasar tradisional, termasuk di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada Senin (27/4/2026), di mana para pedagang menjual minyak goreng kemasan dengan harga yang semakin tinggi dibandingkan pekan sebelumnya.
Secara makroekonomi, lonjakan harga minyak goreng berpotensi memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat. Kenaikan harga kebutuhan pokok ini juga dikhawatirkan dapat menurunkan tingkat konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Harga minyak goreng kemasan di pasar domestik kembali menunjukkan tren kenaikan dan kini menembus kisaran Rp23 ribu per liter. Kondisi ini terpantau di sejumlah pasar tradisional, termasuk di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada Senin (27/4/2026), di mana para pedagang menjual minyak goreng kemasan dengan harga yang semakin tinggi dibandingkan pekan sebelumnya.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik menilai bahwa perkembangan harga komoditas seperti minyak goreng perlu mendapat perhatian serius. Indeks Perkembangan Harga (IPH) untuk komoditas pangan strategis menjadi indikator penting dalam memantau stabilitas harga dan menjaga inflasi tetap terkendali.
Minyak Goreng Kian Mahal, Tembus Rp23 Ribu per Liter di Pasaran
Minyak Goreng Kian Mahal, Tembus Rp23 Ribu per Liter di Pasaran
Minyak Goreng Kian Mahal, Tembus Rp23 Ribu per Liter di Pasaran
Minyak Goreng Kian Mahal, Tembus Rp23 Ribu per Liter di Pasaran
Minyak Goreng Kian Mahal, Tembus Rp23 Ribu per Liter di Pasaran
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads