Jakarta - KSSK menyoroti ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah. Risiko lonjakan energi dan tekanan pasar dinilai perlu terus diantisipasi.
Foto Bisnis
KSSK Perkuat Mitigasi Risiko Ekonomi Nasional
Dalam konferensi tersebut, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyepakati untuk terus mencermati dampak tekanan ekonomi global, khususnya akibat konflik di kawasan Timur Tengah yang dinilai berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi domestik.
Dinamika penyelesaian konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memicu volatilitas pasar keuangan global, termasuk terhadap lonjakan harga energi. Kondisi tersebut membuat KSSK perlu terus melakukan asesmen secara forward looking terhadap kinerja perekonomian dan sektor keuangan nasional.
KSSK yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dalam melakukan langkah mitigasi risiko, baik antar anggota maupun dengan kementerian dan lembaga lainnya.
Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tercatat cukup baik, yakni sebesar 5,61 persen, KSSK tetap mewaspadai berbagai potensi tekanan ke depan. Evaluasi terhadap perkembangan ekonomi pada triwulan II pun akan terus dilakukan seiring meningkatnya ketidakpastian global.











































