Jakarta - Nilai tukar dolar AS kembali menguat hingga menembus Rp17.700-an. Pelemahan rupiah memicu perhatian pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Foto Bisnis
Rupiah Kian Terpuruk, Dolar AS Dekati Rp18.000
Karyawan menghitung uang pecahan Rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Berdasarkan data Bloomberg sekitar pukul 09.21 WIB, dolar AS bergerak menguat ke level Rp 17.705. Pada penutupan perdagangan Senin (18/5) kemarin, dolar AS berada di level Rp 17.680.
Penguatan dolar AS membuat rupiah semakin tertekan dan mencatat pelemahan terdalam dalam beberapa waktu terakhir.
Pelemahan rupiah yang terus berlanjut memicu perhatian pemerintah dan pelaku pasar terhadap stabilitas nilai tukar di tengah tekanan ekonomi global.
Mata uang Paman Sam juga menguat terhadap mata uang CHF 0,13%. Namun dihadapan mata uang EUR, dolar AS justru melemah 0,08%.
Dolar AS juga melemah terhadap mata uang GBP sebesar 0,13%. Nasib serupa dialami dolar AS terhadap terhadap mata uang AUD yang melemah sebesar 0,35%.
Kondisi ini pun menimbulkan pertanyaan besar: akan kah rupiah menyentuh level Rp 18.000 dalam waktu dekat?











































