Limbah Buah Disulap Jadi Sabun Binatu

Foto Bisnis

Limbah Buah Disulap Jadi Sabun Binatu

Agung Pambudhy - detikFinance
Senin, 25 Mei 2026 20:00 WIB

Tangerang Selatan - Usaha binatu di Tangerang Selatan memanfaatkan sabun ekoenzim dari limbah buah untuk mengurangi pencemaran sekaligus menekan biaya operasional.

Pekerja membawa pakaian kotor di dekat galon produksi ekoenzim di tempat jasa cuci pakaian Binatu Koe, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Senin (25/5/2026). Pemilik usaha binatu Anantasari, memproduksi cairan ekoenzim dari limbah buah-buahan untuk menggantikan penggunaan sabun detergen agar usaha binatu miliknya tidak mencemari lingkungan sekaligus menekan biaya belanja sabun hingga 50 persen. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz

Pekerja membawa pakaian kotor di dekat galon produksi ekoenzim di tempat jasa cuci pakaian Binatu Koe, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Senin (25/5/2026).Β ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin

Pekerja membawa pakaian kotor di dekat galon produksi ekoenzim di tempat jasa cuci pakaian Binatu Koe, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Senin (25/5/2026). Pemilik usaha binatu Anantasari, memproduksi cairan ekoenzim dari limbah buah-buahan untuk menggantikan penggunaan sabun detergen agar usaha binatu miliknya tidak mencemari lingkungan sekaligus menekan biaya belanja sabun hingga 50 persen. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz

Pemilik usaha binatu Anantasari, memproduksi cairan ekoenzim dari limbah buah-buahan untuk menggantikan penggunaan sabun detergen agar usaha binatu miliknya tidak mencemari lingkungan sekaligus menekan biaya belanja sabun hingga 50 persen.Β ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin

Pekerja membawa pakaian kotor di dekat galon produksi ekoenzim di tempat jasa cuci pakaian Binatu Koe, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Senin (25/5/2026). Pemilik usaha binatu Anantasari, memproduksi cairan ekoenzim dari limbah buah-buahan untuk menggantikan penggunaan sabun detergen agar usaha binatu miliknya tidak mencemari lingkungan sekaligus menekan biaya belanja sabun hingga 50 persen. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz

Selain digunakan sebagai bahan pencuci pakaian, cairan ekoenzim tersebut juga dimanfaatkan untuk mengurangi limbah kimia yang dibuang ke saluran air. Upaya penggunaan bahan ramah lingkungan itu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap gaya hidup berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga dan usaha secara lebih ekologis.Β ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin

Limbah Buah Disulap Jadi Sabun Binatu
Limbah Buah Disulap Jadi Sabun Binatu
Limbah Buah Disulap Jadi Sabun Binatu
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads