Jakarta - Ekonomi Indonesia diproyeksikan melambat pada 2026 akibat tekanan global, konflik geopolitik, dan melemahnya perdagangan dunia.
Foto Bisnis
Ancaman Global Bayangi Ekonomi Indonesia 2026
Suasana gedung perkantoran di kawasan pusat bisnis Jakarta. Perekonomian Indonesia diproyeksikan menghadapi tekanan pada 2026 seiring perlambatan ekonomi global yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah serta melemahnya perdagangan internasional. Kondisi tersebut diperkirakan berdampak pada sejumlah sektor usaha di dalam negeri.
Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 4,7 hingga 5 persen pada 2026. Angka tersebut lebih rendah dibanding target pertumbuhan pemerintah yang selama ini berada di atas 5 persen. Perlambatan ini dipengaruhi situasi global yang belum stabil dan tekanan ekonomi di berbagai negara. Β
Dalam laporan yang disampaikan pada forum Spring Meetings IMF-Bank Dunia di Washington, D.C., Chief Economist IMF Pierre-Olivier Gourinchas menyebut konflik berkepanjangan di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang menghambat pemulihan ekonomi global. Β
Ketidakpastian geopolitik menyebabkan investasi dan aktivitas perdagangan dunia melambat.Di dalam negeri, tantangan struktural seperti rendahnya daya beli masyarakat, tingginya angka pemutusan hubungan kerja, hingga perlambatan industri manufaktur turut menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Kondisi tersebut berpotensi menekan konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejumlah pelaku usaha juga mulai mengantisipasi potensi penurunan permintaan pasar. Kenaikan harga bahan baku impor dan fluktuasi nilai tukar rupiah dinilai dapat meningkatkan biaya produksi, terutama bagi industri yang masih bergantung pada bahan baku dari luar negeri.











































