Konflik Timur Tengah Mengusik Bisnis Teh Bernilai Triliunan Rupiah

Foto Bisnis

Konflik Timur Tengah Mengusik Bisnis Teh Bernilai Triliunan Rupiah

Tripa Ramadhan - detikFinance
Senin, 01 Jun 2026 06:00 WIB

Sri Lanka - Konflik Iran berdampak pada industri teh Sri Lanka yang bernilai triliunan rupiah. Penurunan ekspor dan gangguan logistik memaksa produsen mencari pasar baru.

Workers at the Dunkeld Tea Estate harvest tea leaves in a field in Hatton, Sri Lanka, April 30, 2026. REUTERS/Akila Jayawardena
Pekerja memetik daun teh di perkebunan Sri Lanka di tengah tekanan yang dihadapi industri teh nasional akibat krisis Iran. Industri teh senilai USD 1,5 miliar atau sekitar Rp26,7 triliun (kurs Rp17.823) itu menghadapi tantangan setelah terganggunya permintaan dari pasar Timur Tengah. Foto: REUTERS/Akila Jayawardena
Workers at the Dunkeld Tea Estate harvest tea leaves in a field in Hatton, Sri Lanka, April 30, 2026. REUTERS/Akila Jayawardena
Pekerja menimbang daun teh sebelum memasuki proses pengolahan di pabrik teh Sri Lanka. Nilai ekspor teh tercatat turun 17,3 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp2,05 triliun pada Maret 2026.Β Foto: REUTERS/Akila Jayawardena
Workers at the Dunkeld Tea Estate harvest tea leaves in a field in Hatton, Sri Lanka, April 30, 2026. REUTERS/Akila Jayawardena
Aktivitas pengolahan Teh Ceylon berlangsung di salah satu fasilitas produksi di Sri Lanka. Konflik di Timur Tengah membuat permintaan dari Iran berhenti dan memengaruhi stabilitas pasar ekspor teh negara tersebut.Β Foto: REUTERS/Akila Jayawardena
Workers at the Dunkeld Tea Estate harvest tea leaves in a field in Hatton, Sri Lanka, April 30, 2026. REUTERS/Akila Jayawardena
Pekerja memilah daun teh sebelum memasuki proses pengolahan.Β Selain penurunan permintaan, eksportir juga menghadapi lonjakan biaya pengiriman dan gangguan rantai logistik internasional.Β Foto: REUTERS/Akila Jayawardena
Workers at the Dunkeld Tea Estate harvest tea leaves in a field in Hatton, Sri Lanka, April 30, 2026. REUTERS/Akila Jayawardena
Pekerja mengolah teh untuk pasar internasional di Sri Lanka. Data industri menunjukkan ekspor ke Uni Emirat Arab merosot 93 persen, sementara pengiriman ke Irak turun 38 persen di tengah gejolak kawasan.Β Foto: REUTERS/Akila Jayawardena
Workers at the Dunkeld Tea Estate harvest tea leaves in a field in Hatton, Sri Lanka, April 30, 2026. REUTERS/Akila Jayawardena
Pekerja memeriksa daun teh kering di pabrik. Lelang teh berlangsung di Sri Lanka saat pelaku usaha mencari pasar alternatif untuk menjaga kinerja ekspor. Sejumlah perusahaan mulai memperluas pemasaran ke Amerika Utara dan Amerika Selatan. Foto: REUTERS/Akila Jayawardena
Workers at the Dunkeld Tea Estate harvest tea leaves in a field in Hatton, Sri Lanka, April 30, 2026. REUTERS/Akila Jayawardena
Di balik lanskap yang hijau dan gemuruh mesin pengolahan, industri teh yang menopang kehidupan lebih dari dua juta orang tengah menghadapi tantangan besar akibat gejolak geopolitik global. Foto: REUTERS/Akila Jayawardena
Workers at the Dunkeld Tea Estate harvest tea leaves in a field in Hatton, Sri Lanka, April 30, 2026. REUTERS/Akila Jayawardena
Tumpukan teh siap ekspor terlihat di gudang penyimpanan Sri Lanka. Pasar Timur Tengah yang menyerap hampir separuh ekspor Teh Ceylon atau sekitar Rp12,1 triliun per tahun kini terdampak ketidakpastian akibat krisis Iran. Foto: REUTERS/Akila Jayawardena
Konflik Timur Tengah Mengusik Bisnis Teh Bernilai Triliunan Rupiah
Konflik Timur Tengah Mengusik Bisnis Teh Bernilai Triliunan Rupiah
Konflik Timur Tengah Mengusik Bisnis Teh Bernilai Triliunan Rupiah
Konflik Timur Tengah Mengusik Bisnis Teh Bernilai Triliunan Rupiah
Konflik Timur Tengah Mengusik Bisnis Teh Bernilai Triliunan Rupiah
Konflik Timur Tengah Mengusik Bisnis Teh Bernilai Triliunan Rupiah
Konflik Timur Tengah Mengusik Bisnis Teh Bernilai Triliunan Rupiah
Konflik Timur Tengah Mengusik Bisnis Teh Bernilai Triliunan Rupiah
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads