Bekasi - Controlled landfill di TPST Bantargebang mengubah pemilahan sampah dan membuat penghasilan pemulung yang bergantung pada sampah menurun.
Foto Bisnis
Era Controlled Landfill, Penghasilan Pemulung Bantargebang Merosot Drastis
Para pemulung yang beraktivitas di kawasan TPST Bantargebang kini harus menghadapi tantangan baru. Berkurangnya area open dumping membuat sampah yang masih memiliki nilai ekonomi untuk dipilah semakin terbatas.
Sebagian besar sampah yang tersisa kini didominasi material residu yang sulit dimanfaatkan kembali. Kondisi tersebut membuat para pemulung harus bekerja lebih keras untuk mencari sampah yang masih bernilai jual.
Sejumlah pemulung mengaku mengalami penurunan pendapatan sejak sistem baru diterapkan. Jika sebelumnya mereka mampu memperoleh sekitar Rp140 ribu hingga Rp160 ribu per hari, kini penghasilan yang didapat hanya berkisar Rp40 ribu hingga Rp85 ribu per hari.
Penurunan pendapatan semakin terasa setelah area penimbunan dikurangi pascalongsor. Material daur ulang yang biasanya menjadi sumber penghasilan utama semakin sulit ditemukan di tumpukan sampah.
Untuk bertahan hidup, sejumlah pemulung mulai berpindah ke zona penimbunan lain atau mencari sampah langsung dari sumbernya, seperti permukiman dan kawasan usaha. Cara tersebut dilakukan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Perubahan sistem pengelolaan ini tidak hanya berdampak pada kondisi lingkungan, tetapi juga memengaruhi kehidupan para pemulung yang selama ini menggantungkan penghasilan dari sampah.
Di sisi lain, penerapan controlled landfill menjadi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menciptakan pengelolaan sampah yang lebih aman, tertata, dan ramah lingkungan. Sistem ini diharapkan mampu mengurangi dampak buruk penumpukan sampah terhadap lingkungan sekitar.
Para pemulung berharap perubahan sistem pengelolaan sampah tetap memperhatikan keberadaan mereka. Mereka ingin tetap dilibatkan dalam proses transformasi agar upaya menjaga lingkungan dapat berjalan tanpa menghilangkan mata pencaharian masyarakat yang selama ini bergantung pada sampah.










































