Kemarau Panjang Dongkrak Panen Garam Petani Cirebon

Foto Bisnis

Kemarau Panjang Dongkrak Panen Garam Petani Cirebon

Tripa Ramadhan - detikFinance
Kamis, 06 Agu 2026 19:00 WIB

Cirebon - Kemarau panjang akibat El Nino membawa berkah bagi petani garam di Cirebon. Produksi garam meningkat tajam karena cuaca panas mempercepat proses penguapan.

Workers prepare salt at a warehouse in Pengarengan village, Cirebon, West Java province, Indonesia, July 31, 2026. REUTERS/Willy Kurniawan
Petani mengumpulkan kristal garam di tambak garam kawasan Cirebon, Jawa Barat. Musim kemarau yang dipengaruhi El Nino mempercepat proses penguapan air laut sehingga hasil panen meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. REUTERS/Willy Kurniawan
Workers prepare salt at a warehouse in Pengarengan village, Cirebon, West Java province, Indonesia, July 31, 2026. REUTERS/Willy Kurniawan
Petani mengeruk garam dari dasar tambak. Cuaca panas dan minim hujan mendukung proses produksi garam tradisional yang mengandalkan penguapan air laut.Β Hamparan ladang garam di Cirebon, yang mencakup area seluas 1.400 hektare (3.459 ekar), hanyalah sebagian kecil dari 10 wilayah penghasil garam di Indonesiaβ€”negara yang memiliki 17.000 pulau dan garis pantai yang sangat panjang. REUTERS/Willy Kurniawan
Workers prepare salt at a warehouse in Pengarengan village, Cirebon, West Java province, Indonesia, July 31, 2026. REUTERS/Willy Kurniawan
Deretan karungΒ garam hasil panen. Produksi garam meningkat signifikan selama musim kemarau yang berlangsung lebih panjang akibat El Nino.Β Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Cirebon mengungkap produksi garam di Cirebon mencapai hampir 600 metrik ton pada bulan Juli, dibandingkan dengan hanya 25 hingga 30 ton pada bulan yang sama tahun lalu. REUTERS/Willy Kurniawan
Workers prepare salt at a warehouse in Pengarengan village, Cirebon, West Java province, Indonesia, July 31, 2026. REUTERS/Willy Kurniawan
Petani membawa hasil panen garam.Β Kondisi cuaca kering membantu meningkatkan kualitas dan volume produksi garam rakyat.Β REUTERS/Willy Kurniawan
Workers prepare salt at a warehouse in Pengarengan village, Cirebon, West Java province, Indonesia, July 31, 2026. REUTERS/Willy Kurniawan
Aktivitas panen garam.Β Petani berharap musim kemarau bertahan lebih lama agar produksi dan pendapatan tetap meningkat.Β REUTERS/Willy Kurniawan
Workers prepare salt at a warehouse in Pengarengan village, Cirebon, West Java province, Indonesia, July 31, 2026. REUTERS/Willy Kurniawan
Pesisir Cirebon menjadi salah satu sentra produksi garam yang memanfaatkan musim kemarau sebagai periode panen utama. REUTERS/Willy Kurniawan
Workers prepare salt at a warehouse in Pengarengan village, Cirebon, West Java province, Indonesia, July 31, 2026. REUTERS/Willy Kurniawan
Tumpukan garam hasil panen. Di tengah tantangan El Nino bagi sektor pertanian, petani garam justru menikmati peningkatan hasil produksi berkat cuaca yang lebih kering. REUTERS/Willy Kurniawan
Kemarau Panjang Dongkrak Panen Garam Petani Cirebon
Kemarau Panjang Dongkrak Panen Garam Petani Cirebon
Kemarau Panjang Dongkrak Panen Garam Petani Cirebon
Kemarau Panjang Dongkrak Panen Garam Petani Cirebon
Kemarau Panjang Dongkrak Panen Garam Petani Cirebon
Kemarau Panjang Dongkrak Panen Garam Petani Cirebon
Kemarau Panjang Dongkrak Panen Garam Petani Cirebon
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads