Yogyakarta - Botol plastik bekas di Yogyakarta disulap menjadi wayang upcycle bernilai seni tinggi. Ramah lingkungan, karya ini sukses menembus pasar nasional.
Foto Bisnis
Sulap Sampah Jadi Cuan, Wayang Botol Bekas Ini Tembus Pasar Nasional
Di tangan para perajin kreatif, botol plastik bekas yang semula hanya menjadi limbah kini berubah menjadi karya seni bernilai tinggi. Di Bank Sampah Pa-Q-One, Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta, botol-botol bekas minuman disulap menjadi wayang upcycle dengan detail yang memikat. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Karya tersebut tak hanya menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui produk kreatif berbasis daur ulang. Wayang berbahan botol plastik bekas itu dibuat secara teliti, mulai dari proses pemotongan, pembentukan pola, hingga pewarnaan dan perakitan. Sentuhan tangan kreatif membuat limbah plastik tampil layaknya wayang tradisional yang sarat nilai seni. Setiap karya memiliki karakter dan keunikan tersendiri sehingga diminati oleh kolektor maupun pecinta kerajinan tangan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Nilai ekonominya pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Satu buah wayang upcycle dipasarkan mulai dari Rp125 ribu, tergantung tingkat kerumitan desain dan ukurannya. Berkat kualitas dan keunikannya, produk tersebut kini telah menembus pasar nasional dan dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, membuktikan bahwa barang bekas dapat memiliki nilai jual tinggi apabila diolah secara kreatif. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Inisiatif ini menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga mampu mendorong ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat. Melalui karya seni berbahan limbah plastik, para perajin berhasil mengubah sampah menjadi cuan sekaligus mengajak masyarakat melihat sampah sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai dan potensi. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko










































