Jepang - Gelombang panas ekstrem membuat petani Jepang mengubah jam kerja. Aktivitas di siang hari kini dialihkan ke malam dan dini hari demi keselamatan.
Foto Bisnis
Panas Ekstrem, Petani Jepang Ubah Jam Kerja Jadi Malam
Rabu, 19 Agu 2026 19:00 WIB
Rumah kaca milik petani bunga Motoaki Iijima di utara Tokyo tetap bercahaya setelah matahari terbenam. Ia memanen gerbera merah muda dan oranye pada malam hari untuk menghindari panas ekstrem. REUTERS/Issei Kato
Β
Gelombang panas yang semakin intens membuat petani Jepang mengubah pola kerja. Aktivitas yang sebelumnya dilakukan siang hari kini dialihkan ke malam atau dini hari. REUTERS/Issei Kato
Β
Iijima, 36 tahun, mengubah lahan sawah keluarganya yang telah dikelola selama berabad-abad menjadi perkebunan bunga sekitar satu dekade lalu. Ia mulai bekerja pada malam hari setelah seorang pekerja paruh waktu mengalami sengatan panas tiga musim panas lalu. REUTERS/Issei Kato
Β
Suhu di luar yang mencapai lebih dari 35 derajat Celsius dapat membuat suhu di dalam rumah kaca menembus 40 derajat Celsius. Kini, Iijima bekerja hingga malam dan berhenti ketika matahari pagi kembali terasa menyengat. REUTERS/Issei Kato
Β
Jepang sangat rentan terhadap dampak panas karena sekitar 70 persen petaninya berusia 65 tahun atau lebih. Pada 2024, sebanyak 59 pekerja sektor pertanian meninggal akibat panas ekstrem, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2021. REUTERS/Issei Kato
Β
Paparan panas juga berdampak pada produktivitas pertanian Jepang. Pada 2024, sektor pertanian kehilangan sekitar 926 juta jam kerja akibat paparan panas, sementara jam kerja yang hilang di seluruh sektor hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata 1990-an. REUTERS/Issei Kato
Β
Di perkebunan Iijima, pekerja kini memulai aktivitas hingga dua jam lebih awal. Mereka bergegas memanen bunga sebelum suhu meningkat melewati batas aman. REUTERS/Issei Kato
Β
Peternak unggas Tetsuya Usuba juga mengubah pola kerja setelah kehilangan lebih dari 500 ayam petelur akibat sengatan panas enam musim panas lalu. Kini, lampu di kandangnya menyala otomatis pukul 02.30 untuk membangunkan 4.400 ayam agar makan sebelum panas menekan nafsu makan. REUTERS/Issei Kato
Β
Usuba menambah kipas, menyemprotkan air ke atap kandang, dan memberikan asam sitrat pada air minum ayam. Namun, saat suhu kembali menembus 35 derajat Celsius bulan lalu, ia tetap kehilangan 130 ekor ayam. REUTERS/Issei Kato
Β
Pemerintah Jepang memperketat langkah menghadapi panas dengan aturan kerja baru sejak 2025, termasuk prosedur pelaporan sengatan panas dan rencana tanggap darurat. Jepang juga mendorong penggunaan teknologi pertanian seperti drone dan robot untuk mengurangi paparan panas pekerja. REUTERS/Issei Kato
Β










































