Jakarta - Puncak kemarau membawa berkah bagi pengrajin ikan asin di Muara Angke. Teriknya matahari mempercepat proses pengeringan ikan dari 3 hari menjadi hanya sehari.
Foto Bisnis
Puncak Kemarau, Usaha Ini Justru Diuntungkan
Pekerja membalik ikan yang sedang dijemur di kawasan produksi ikan asin Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (25/8/2026).
Teriknya matahari saat puncak kemarau membuat proses pengeringan ikan asin hanya membutuhkan waktu satu hari, lebih cepat dari biasanya tiga hingga empat hari.
Dalam sehari, pengrajin dapat mengolah hampir lima ton ikan asin dengan bahan baku 10 ton garam yang mampu bertahan selama 15 hari.
Berbagai jenis ikan yang diolah antara lain ikan layur, tongkol kecil, ikan layang, ikan selar, dan ikan tembang.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada Juli, Agustus, dan September 2026.
Sebanyak 83 ZOM atau 12,26 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami puncak kemarau pada Juli, sedangkan 369 ZOM yang mencakup 48,84 persen luas daratan diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus.










































