Dari Seni Tradisional Jadi Cuan, Jaran Kepang Temanggung Tembus Pasar Dunia

Foto Bisnis

Dari Seni Tradisional Jadi Cuan, Jaran Kepang Temanggung Tembus Pasar Dunia

Rengga Sancaya - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2026 08:00 WIB

Temanggung - Jaran kepang karya Supriwanto di Temanggung tak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi produk bernilai ekonomi yang dipasarkan hingga mancanegara.

Perajin jaran kepang atau kuda lumping Supriwanto menunjukkan kuda lumping karyanya di Sanggar Kandang Jaran, Dusun Kembang, Dlimoyo, Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (31/8/2026). Supriwanto membuat jaran kepang sebagai upaya melestarikan seni budaya tradisional sekaligus menjadikannya produk bernilai ekonomi dengan harga jual Rp600 ribu hingga Rp6 juta per buah yang telah dipasarkan hingga mancanegara sebagai suvenir. ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Jaran kepang hasil produksinya dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp600 ribu hingga Rp6 juta per buah. Nilai jual tersebut bergantung pada ukuran, tingkat kerumitan, serta detail pengerjaan masing-masing karya. ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Perajin jaran kepang atau kuda lumping Supriwanto menunjukkan kuda lumping karyanya di Sanggar Kandang Jaran, Dusun Kembang, Dlimoyo, Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (31/8/2026). Supriwanto membuat jaran kepang sebagai upaya melestarikan seni budaya tradisional sekaligus menjadikannya produk bernilai ekonomi dengan harga jual Rp600 ribu hingga Rp6 juta per buah yang telah dipasarkan hingga mancanegara sebagai suvenir. ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Bersama istrinya, Supriwanto rutin menyelesaikan pembuatan jaran kepang dengan tetap mempertahankan bentuk dan karakter khas kesenian tradisional. Setiap karya dibuat secara manual dengan proses yang membutuhkan ketelitian dan keterampilan. ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Perajin jaran kepang atau kuda lumping Supriwanto menunjukkan kuda lumping karyanya di Sanggar Kandang Jaran, Dusun Kembang, Dlimoyo, Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (31/8/2026). Supriwanto membuat jaran kepang sebagai upaya melestarikan seni budaya tradisional sekaligus menjadikannya produk bernilai ekonomi dengan harga jual Rp600 ribu hingga Rp6 juta per buah yang telah dipasarkan hingga mancanegara sebagai suvenir. ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Tak hanya dipasarkan di dalam negeri, kerajinan jaran kepang buatan Supriwanto juga telah menembus pasar mancanegara sebagai suvenir. Usaha tersebut menjadi salah satu cara melestarikan budaya tradisional sekaligus membuka peluang ekonomi bagi perajin lokal. ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Dari Seni Tradisional Jadi Cuan, Jaran Kepang Temanggung Tembus Pasar Dunia
Dari Seni Tradisional Jadi Cuan, Jaran Kepang Temanggung Tembus Pasar Dunia
Dari Seni Tradisional Jadi Cuan, Jaran Kepang Temanggung Tembus Pasar Dunia

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads