Jakarta - Warga RW 013 Cipinang Melayu memanfaatkan lahan di bawah Tol Becakayu untuk urban farming yang ditanami beragam sayuran demi mendukung ketahanan pangan.
Foto Bisnis
Kolong Tol Becakayu Disulap Jadi Lahan Pertanian
Agus Suprihatin atau Boang, adalah petugas PPSU yang ditugaskan untuk merawat lahan Urban Farming RW 013 sejak tahun 2021 yang berlokasi dibawah Tol Becakayu, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Di tengah padatnya permukiman dan terbatasnya lahan terbuka di Jakarta, area di bawah kolong Tol Becakayu, Kalimalang, Jakarta Timur, dimanfaatkan warga RW 013 Kelurahan Cipinang Melayu sebagai lahan pertanian urban.
Lahan yang dikenal sebagai Urban Farming RW 013 tersebut ditanami berbagai jenis sayuran dan tanaman hijau. Pengelolaannya dilakukan melalui kolaborasi warga bersama kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat.
Keberadaan lahan pertanian tersebut bermula dari upaya warga menjaga ketahanan pangan saat pandemi COVID-19. Setelah pandemi berlalu, kegiatan bercocok tanam tetap dilanjutkan dan lahan terus diberdayakan untuk menghasilkan berbagai jenis sayuran.
Pemanfaatan ruang terbatas seperti ini sejalan dengan pengembangan urban farming di Jakarta. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menyebut pertanian perkotaan dapat menjadi salah satu solusi budidaya di tengah keterbatasan lahan, antara lain melalui pemanfaatan lahan sempit, pot, hingga sistem pertanian vertikal.
Bahkan, Pemprov DKI juga telah mendorong pemanfaatan berbagai ruang yang sebelumnya tidak optimal, termasuk lahan di bawah kolong jalan tol, untuk kegiatan urban farming.
Namun, aktivitas bercocok tanam di Urban Farming RW 013 bukan tanpa tantangan. Musim kemarau membuat kondisi lahan dan tanaman harus mendapat perhatian lebih.
Salah satu warga yang aktif merawat lahan tersebut adalah Agus Suprihatin atau yang biasa disapa Boang. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) itu telah mendapat tugas merawat Urban Farming RW 013 sejak 2021.
Selain menanam, penyiraman menjadi kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari. Perawatan secara berkala diperlukan untuk menjaga tanaman tetap tumbuh di tengah kondisi kemarau.
Urban farming di lingkungan RW 013 juga menunjukkan bagaimana lahan yang berada di tengah kawasan perkotaan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Lahan terbatas tidak selalu harus dibiarkan kosong, tetapi dapat diolah menjadi ruang hijau sekaligus sumber pangan bagi masyarakat.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































