25 Merek Beras Fortifikasi Dinyatakan Tak Sesuai Standar

Foto Bisnis

25 Merek Beras Fortifikasi Dinyatakan Tak Sesuai Standar

Andhika Prasetia - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2026 14:00 WIB

Jakarta - Pemerintah menemukan 25 merek beras fortifikasi yang dinyatakan tidak memenuhi standar.
Produk bermasalah tersebut diperintahkan untuk ditarik dari peredaran.

Mentan Amran bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M Qodari dan Wamenkum Edward Hiariej menunjukkan barang bukti beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar di gedung Kementan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Mentan Amran bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M Qodari dan Wamenkum Edward Hiariej menunjukkan barang bukti beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar di gedung Kementan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).   

Mentan Amran bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M Qodari dan Wamenkum Edward Hiariej menunjukkan barang bukti beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar di gedung Kementan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Dari 27 merek yang menjadi temuan pemerintah, sebanyak 25 merek dinyatakan tidak memenuhi standar (TMS).  

Mentan Amran bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M Qodari dan Wamenkum Edward Hiariej menunjukkan barang bukti beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar di gedung Kementan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Sebanyak 25 merek yang berstatus TMS tersebut ditampilkan menggunakan inisial, yakni WFO, WFR, TKS, IMF, NUR, TKL, HOK, BRV, IMR, IHJ, IAK, PBK, GNB, DTR, TKR, WJK, PLK, MKY, IMC, PTK, ARP, ARN, SKM, GNM, dan TAR.  

Mentan Amran bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M Qodari dan Wamenkum Edward Hiariej menunjukkan barang bukti beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar di gedung Kementan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Merek dagang tersebut merupakan produk yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi, tetapi setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, kandungannya diduga tidak sesuai dengan label yang dicantumkan.  

Mentan Amran bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M Qodari dan Wamenkum Edward Hiariej menunjukkan barang bukti beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar di gedung Kementan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Beras merek WFO diduga dijual dengan penipuan harga sebesar Rp57.600 per kg, jauh di atas harga wajarnya yang senilai Rp13.500 per kg.  

Mentan Amran bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M Qodari dan Wamenkum Edward Hiariej menunjukkan barang bukti beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar di gedung Kementan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Beras fortifikasi sejatinya diperuntukkan bagi kelompok masyarakat rentan, termasuk masyarakat miskin, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta kelompok yang berkaitan dengan stunting.  

Mentan Amran bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M Qodari dan Wamenkum Edward Hiariej menunjukkan barang bukti beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar di gedung Kementan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Pemerintah memerintahkan produk yang bermasalah untuk ditarik dari peredaran.  

25 Merek Beras Fortifikasi Dinyatakan Tak Sesuai Standar
25 Merek Beras Fortifikasi Dinyatakan Tak Sesuai Standar
25 Merek Beras Fortifikasi Dinyatakan Tak Sesuai Standar
25 Merek Beras Fortifikasi Dinyatakan Tak Sesuai Standar
25 Merek Beras Fortifikasi Dinyatakan Tak Sesuai Standar
25 Merek Beras Fortifikasi Dinyatakan Tak Sesuai Standar
25 Merek Beras Fortifikasi Dinyatakan Tak Sesuai Standar

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads