Nilai Tukar Nelayan Turun, Ini Penyebabnya

Foto Bisnis

Nilai Tukar Nelayan Turun, Ini Penyebabnya

Rengga Sancaya - detikFinance
Selasa, 06 Okt 2026 05:56 WIB

Tuban - BPS mencatat Nilai Tukar Nelayan (NTN) September 2026 turun 0,17 persen menjadi 108,85 dari 109,04 pada bulan sebelumnya.

Sejumlah pekerja memindahkan es batu dari tempat pelelangan ikan menuju kapal di TPI Palang, Tuban, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). Menurut nelayan setempat, biaya operasional kapal berkapasitas 30-40 ton dengan 22 anak buah kapal (ABK) mencapai sekitar Rp110 juta untuk sekali melaut selama dua minggu yang digunakan untuk membeli bahan bakar solar, es batu, LPG, serta kebutuhan makanan dan minuman, sementara hasil keuntungan yang diperoleh berkisar Rp300 juta hingga Rp500 juta tergantung hasil tangkapan. ANTARA FOTO/Muhammad Mada

Sejumlah pekerja memindahkan ikan dari kapal menuju tempat pelelangan ikan di TPI Palang, Tuban, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Mada

Sejumlah pekerja memindahkan es batu dari tempat pelelangan ikan menuju kapal di TPI Palang, Tuban, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). Menurut nelayan setempat, biaya operasional kapal berkapasitas 30-40 ton dengan 22 anak buah kapal (ABK) mencapai sekitar Rp110 juta untuk sekali melaut selama dua minggu yang digunakan untuk membeli bahan bakar solar, es batu, LPG, serta kebutuhan makanan dan minuman, sementara hasil keuntungan yang diperoleh berkisar Rp300 juta hingga Rp500 juta tergantung hasil tangkapan. ANTARA FOTO/Muhammad Mada

Sejumlah pekerja memindahkan ikan dari kapal menuju tempat pelelangan ikan di TPI Palang, Tuban, Jawa Timur, kemairn.. ANTARA FOTO/Muhammad Mada

Sejumlah pekerja memindahkan es batu dari tempat pelelangan ikan menuju kapal di TPI Palang, Tuban, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). Menurut nelayan setempat, biaya operasional kapal berkapasitas 30-40 ton dengan 22 anak buah kapal (ABK) mencapai sekitar Rp110 juta untuk sekali melaut selama dua minggu yang digunakan untuk membeli bahan bakar solar, es batu, LPG, serta kebutuhan makanan dan minuman, sementara hasil keuntungan yang diperoleh berkisar Rp300 juta hingga Rp500 juta tergantung hasil tangkapan. ANTARA FOTO/Muhammad Mada

Penurunan tersebut terjadi ketika indeks harga yang diterima nelayan (It) sebenarnya mengalami kenaikan. Pada September 2026, indeks tersebut tercatat naik sebesar 0,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya. ANTARA FOTO/Muhammad Mada

Sejumlah pekerja memindahkan es batu dari tempat pelelangan ikan menuju kapal di TPI Palang, Tuban, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). Menurut nelayan setempat, biaya operasional kapal berkapasitas 30-40 ton dengan 22 anak buah kapal (ABK) mencapai sekitar Rp110 juta untuk sekali melaut selama dua minggu yang digunakan untuk membeli bahan bakar solar, es batu, LPG, serta kebutuhan makanan dan minuman, sementara hasil keuntungan yang diperoleh berkisar Rp300 juta hingga Rp500 juta tergantung hasil tangkapan. ANTARA FOTO/Muhammad Mada

Penurunan tersebut terjadi ketika indeks harga yang diterima nelayan (It) sebenarnya mengalami kenaikan. Pada September 2026, indeks tersebut tercatat naik sebesar 0,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya. ANTARA FOTO/Muhammad Mada

Sejumlah pekerja memindahkan es batu dari tempat pelelangan ikan menuju kapal di TPI Palang, Tuban, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). Menurut nelayan setempat, biaya operasional kapal berkapasitas 30-40 ton dengan 22 anak buah kapal (ABK) mencapai sekitar Rp110 juta untuk sekali melaut selama dua minggu yang digunakan untuk membeli bahan bakar solar, es batu, LPG, serta kebutuhan makanan dan minuman, sementara hasil keuntungan yang diperoleh berkisar Rp300 juta hingga Rp500 juta tergantung hasil tangkapan. ANTARA FOTO/Muhammad Mada

Kondisi tersebut membuat kenaikan biaya yang harus ditanggung nelayan lebih tinggi dibandingkan peningkatan harga yang mereka terima dari hasil usaha. Perbedaan kenaikan kedua indeks itu menjadi salah satu faktor yang mendorong penurunan NTN pada September. ANTARA FOTO/Muhammad Mada

Sejumlah pekerja memindahkan es batu dari tempat pelelangan ikan menuju kapal di TPI Palang, Tuban, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). Menurut nelayan setempat, biaya operasional kapal berkapasitas 30-40 ton dengan 22 anak buah kapal (ABK) mencapai sekitar Rp110 juta untuk sekali melaut selama dua minggu yang digunakan untuk membeli bahan bakar solar, es batu, LPG, serta kebutuhan makanan dan minuman, sementara hasil keuntungan yang diperoleh berkisar Rp300 juta hingga Rp500 juta tergantung hasil tangkapan. ANTARA FOTO/Muhammad Mada

Kondisi tersebut membuat kenaikan biaya yang harus ditanggung nelayan lebih tinggi dibandingkan peningkatan harga yang mereka terima dari hasil usaha. Perbedaan kenaikan kedua indeks itu menjadi salah satu faktor yang mendorong penurunan NTN pada September. ANTARA FOTO/Muhammad Mada

Sejumlah pekerja memindahkan es batu dari tempat pelelangan ikan menuju kapal di TPI Palang, Tuban, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). Menurut nelayan setempat, biaya operasional kapal berkapasitas 30-40 ton dengan 22 anak buah kapal (ABK) mencapai sekitar Rp110 juta untuk sekali melaut selama dua minggu yang digunakan untuk membeli bahan bakar solar, es batu, LPG, serta kebutuhan makanan dan minuman, sementara hasil keuntungan yang diperoleh berkisar Rp300 juta hingga Rp500 juta tergantung hasil tangkapan. ANTARA FOTO/Muhammad Mada

Sementara itu, aktivitas nelayan tetap berlangsung di berbagai daerah. Di TPI Palang, Tuban, Jawa Timur, sejumlah pekerja terlihat memindahkan ikan dari kapal menuju tempat pelelangan ikan pada Senin (5/10/2026), di tengah perubahan nilai tukar nelayan tersebut. ANTARA FOTO/Muhammad Mada

Sejumlah pekerja memindahkan es batu dari tempat pelelangan ikan menuju kapal di TPI Palang, Tuban, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). Menurut nelayan setempat, biaya operasional kapal berkapasitas 30-40 ton dengan 22 anak buah kapal (ABK) mencapai sekitar Rp110 juta untuk sekali melaut selama dua minggu yang digunakan untuk membeli bahan bakar solar, es batu, LPG, serta kebutuhan makanan dan minuman, sementara hasil keuntungan yang diperoleh berkisar Rp300 juta hingga Rp500 juta tergantung hasil tangkapan. ANTARA FOTO/Muhammad Mada

Sementara itu, aktivitas nelayan tetap berlangsung di berbagai daerah. Di TPI Palang, Tuban, Jawa Timur, sejumlah pekerja terlihat memindahkan ikan dari kapal menuju tempat pelelangan ikan pada Senin (5/10/2026), di tengah perubahan nilai tukar nelayan tersebut. ANTARA FOTO/Muhammad Mada

Nilai Tukar Nelayan Turun, Ini Penyebabnya
Nilai Tukar Nelayan Turun, Ini Penyebabnya
Nilai Tukar Nelayan Turun, Ini Penyebabnya
Nilai Tukar Nelayan Turun, Ini Penyebabnya
Nilai Tukar Nelayan Turun, Ini Penyebabnya
Nilai Tukar Nelayan Turun, Ini Penyebabnya
Nilai Tukar Nelayan Turun, Ini Penyebabnya
Nilai Tukar Nelayan Turun, Ini Penyebabnya

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads