Aksi Tolak Batu Bara Captive yang Picu Pemanasan Global

Foto Bisnis

Aksi Tolak Batu Bara Captive yang Picu Pemanasan Global

Ari Saputra - detikFinance
Kamis, 08 Okt 2026 14:00 WIB

Jakarta - Aktivis Market Forces menggelar aksi di Jakarta untuk menyoroti pembiayaan PLTU batu bara captive. Mereka meminta perbankan memperketat kebijakan pendanaan.

Sejumlah aktivis lingkungan Market Forces melakukan aksi unjuk rasa di depan salah satu bank internasional di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026). Mereka mengecam pihak perbankan yang masih mendanai proyek batu bara captive yang diduga berdampak pada pemanasan global. Proyek batu bara captive (captive power plant)  merupakan penggunaan batu bara secara privat untuk memenuhi kebutuhan energi perusahaan tersebut. Kenaikan suhu udara di Indonesia sepanjang bulan September 2026 lebih panas hampir 1 derajat (0,95°C) dinilai sebagai bentuk pemanasan global, salah satunya akibat penggunaan energi fosil. Aksi tersebut berlangsung singkat dan kondusif.
Sejumlah aktivis lingkungan Market Forces melakukan aksi unjuk rasa di depan salah satu bank internasional di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026).
Sejumlah aktivis lingkungan Market Forces melakukan aksi unjuk rasa di depan salah satu bank internasional di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026). Mereka mengecam pihak perbankan yang masih mendanai proyek batu bara captive yang diduga berdampak pada pemanasan global. Proyek batu bara captive (captive power plant)  merupakan penggunaan batu bara secara privat untuk memenuhi kebutuhan energi perusahaan tersebut. Kenaikan suhu udara di Indonesia sepanjang bulan September 2026 lebih panas hampir 1 derajat (0,95°C) dinilai sebagai bentuk pemanasan global, salah satunya akibat penggunaan energi fosil. Aksi tersebut berlangsung singkat dan kondusif.
Aktivis membawa pesan dalam aksi yang menyerukan penghentian pembiayaan proyek batu bara captive atau pembangkit yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi industri tertentu.
 
Sejumlah aktivis lingkungan Market Forces melakukan aksi unjuk rasa di depan salah satu bank internasional di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026). Mereka mengecam pihak perbankan yang masih mendanai proyek batu bara captive yang diduga berdampak pada pemanasan global. Proyek batu bara captive (captive power plant)  merupakan penggunaan batu bara secara privat untuk memenuhi kebutuhan energi perusahaan tersebut. Kenaikan suhu udara di Indonesia sepanjang bulan September 2026 lebih panas hampir 1 derajat (0,95°C) dinilai sebagai bentuk pemanasan global, salah satunya akibat penggunaan energi fosil. Aksi tersebut berlangsung singkat dan kondusif.
Aksi tersebut menyoroti analisis Market Forces yang menyebut kebijakan sejumlah bank Singapura masih menyisakan celah untuk pembiayaan proyek batu bara captive.
 
Sejumlah aktivis lingkungan Market Forces melakukan aksi unjuk rasa di depan salah satu bank internasional di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026). Mereka mengecam pihak perbankan yang masih mendanai proyek batu bara captive yang diduga berdampak pada pemanasan global. Proyek batu bara captive (captive power plant)  merupakan penggunaan batu bara secara privat untuk memenuhi kebutuhan energi perusahaan tersebut. Kenaikan suhu udara di Indonesia sepanjang bulan September 2026 lebih panas hampir 1 derajat (0,95°C) dinilai sebagai bentuk pemanasan global, salah satunya akibat penggunaan energi fosil. Aksi tersebut berlangsung singkat dan kondusif.
Aktivis menyampaikan pandangan bahwa pendanaan proyek batu bara perlu menjadi perhatian di tengah isu perubahan iklim dan kenaikan suhu udara di Indonesia.
 
Sejumlah aktivis lingkungan Market Forces melakukan aksi unjuk rasa di depan salah satu bank internasional di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026). Mereka mengecam pihak perbankan yang masih mendanai proyek batu bara captive yang diduga berdampak pada pemanasan global. Proyek batu bara captive (captive power plant)  merupakan penggunaan batu bara secara privat untuk memenuhi kebutuhan energi perusahaan tersebut. Kenaikan suhu udara di Indonesia sepanjang bulan September 2026 lebih panas hampir 1 derajat (0,95°C) dinilai sebagai bentuk pemanasan global, salah satunya akibat penggunaan energi fosil. Aksi tersebut berlangsung singkat dan kondusif.
Aksi di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, berlangsung singkat dan kondusif. BMKG mencatat anomali suhu rata-rata Indonesia pada September 2026 mencapai 0,95°C dibandingkan kondisi normal. Proyek batu bara captive (captive power plant)  merupakan penggunaan batu bara secara privat untuk memenuhi kebutuhan energi perusahaan tersebut.
 
Aksi Tolak Batu Bara Captive yang Picu Pemanasan Global
Aksi Tolak Batu Bara Captive yang Picu Pemanasan Global
Aksi Tolak Batu Bara Captive yang Picu Pemanasan Global
Aksi Tolak Batu Bara Captive yang Picu Pemanasan Global
Aksi Tolak Batu Bara Captive yang Picu Pemanasan Global

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads