Jakarta - BRIN meluncurkan Olimpus FCCUS untuk serap CO2 di perkotaan. Teknologi mikroalga ini setara 110 pohon mahoni di lahan 25 meter persegi.
Foto Bisnis
Teknologi Mikroalga BRIN Serap 5,5 Ton CO2 Setahun
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria bersama Direktur PT Alam Semesta Integra (ASI) Eddy Setiawan meluncurkan Pilot Project Olimpus Fotobioreaktor Carbon Capture Utilization and Storage (FCCUS) di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Kolaborasi ini merupakan bentuk hilirisasi riset untuk menjawab kebutuhan pengurangan emisi di kawasan perkotaan dan industri yang memiliki keterbatasan lahan.
Berbeda dengan CCS industri, teknologi CCUS berbasis mikroalga jenis Spirulina platensis ini memanfaatkan proses fotosintesis untuk menyerap karbon dioksida. Satu unit alat tersebut terverifikasi mampu menangkap hingga 5,5 ton CO2 per tahun sekaligus menghasilkan biomassa yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut.
Kemampuan penyerapan 5,5 ton CO2 per tahun tersebut setara dengan daya serap sekitar 110 pohon mahoni. Luas lahan yang dibutuhkan satu unit fotobioreaktor ini jauh lebih efisien, yakni hanya membutuhkan area sekitar 25 meter persegi dibandingkan penanaman pohon mahoni yang memerlukan lahan hingga 10.000 meter persegi.
Untuk menjaga kinerja penyerapan tetap optimal dan mencegah kontaminasi mikroalga, perawatan berkala harus dilakukan. Pemeliharaan melalui pemanenan mikroalga dilakukan setiap bulan, sedangkan pembersihan unit fotobioreaktor dilakukan secara rutin setiap tiga bulan.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































