Penerapan Teknologi IoT untuk Pertanian di Semarang

Foto Bisnis

Penerapan Teknologi IoT untuk Pertanian di Semarang

Rafida Fauzia - detikFinance
Kamis, 08 Okt 2026 18:00 WIB

Semarang - DMP Tambangan Semarang menerapkan digitalisasi pertanian berbasis IoT. Teknologi ini efisiensikan perawatan dan tingkatkan produksi sayuran.

Petani memeriksa indikator suhu tanah tanaman cabai melalui gawai dengan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sistem pertanian cerdas (smart farming) di Demplot Manajemen Pangan (DMP) Tambangan, Mijen, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026). Demplot Manajemen Pangan (DMP) Tambangan Dinas Pertanian Kota Semarang menerapkan digitalisasi pertanian berbasis Internet of Things (IoT) yang dioperasikan melalui sistem aplikasi pada gawai untuk mengatur penyiraman, pemupukkan, serta memantau suhu dan kelembapan, sehingga perawatan tanaman menjadi lebih efisien dan produksi berbagai jenis sayuran di lahan seluas 5.000 meter persegi tersebut dapat lebih optimal. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU

Petani memeriksa alat penyiram tanaman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) di Demplot Manajemen Pangan (DMP) Tambangan, Mijen, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

 
Petani memeriksa indikator suhu tanah tanaman cabai melalui gawai dengan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sistem pertanian cerdas (smart farming) di Demplot Manajemen Pangan (DMP) Tambangan, Mijen, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026). Demplot Manajemen Pangan (DMP) Tambangan Dinas Pertanian Kota Semarang menerapkan digitalisasi pertanian berbasis Internet of Things (IoT) yang dioperasikan melalui sistem aplikasi pada gawai untuk mengatur penyiraman, pemupukkan, serta memantau suhu dan kelembapan, sehingga perawatan tanaman menjadi lebih efisien dan produksi berbagai jenis sayuran di lahan seluas 5.000 meter persegi tersebut dapat lebih optimal. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU

DMP Tambangan Dinas Pertanian Kota Semarang resmi menerapkan digitalisasi pertanian berbasis IoT yang dapat dioperasikan melalui gawai. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

 
Petani memeriksa indikator suhu tanah tanaman cabai melalui gawai dengan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sistem pertanian cerdas (smart farming) di Demplot Manajemen Pangan (DMP) Tambangan, Mijen, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026). Demplot Manajemen Pangan (DMP) Tambangan Dinas Pertanian Kota Semarang menerapkan digitalisasi pertanian berbasis Internet of Things (IoT) yang dioperasikan melalui sistem aplikasi pada gawai untuk mengatur penyiraman, pemupukkan, serta memantau suhu dan kelembapan, sehingga perawatan tanaman menjadi lebih efisien dan produksi berbagai jenis sayuran di lahan seluas 5.000 meter persegi tersebut dapat lebih optimal. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU

Sistem cerdas ini digunakan untuk mengatur penyiraman, pemupukan, hingga memantau kondisi suhu serta kelembapan lahan secara akurat. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

 
Petani memeriksa indikator suhu tanah tanaman cabai melalui gawai dengan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sistem pertanian cerdas (smart farming) di Demplot Manajemen Pangan (DMP) Tambangan, Mijen, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026). Demplot Manajemen Pangan (DMP) Tambangan Dinas Pertanian Kota Semarang menerapkan digitalisasi pertanian berbasis Internet of Things (IoT) yang dioperasikan melalui sistem aplikasi pada gawai untuk mengatur penyiraman, pemupukkan, serta memantau suhu dan kelembapan, sehingga perawatan tanaman menjadi lebih efisien dan produksi berbagai jenis sayuran di lahan seluas 5.000 meter persegi tersebut dapat lebih optimal. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU

Penerapan teknologi ini membuat proses perawatan tanaman menjadi jauh lebih efisien dibandingkan dengan metode konvensional. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

 
Petani memeriksa indikator suhu tanah tanaman cabai melalui gawai dengan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sistem pertanian cerdas (smart farming) di Demplot Manajemen Pangan (DMP) Tambangan, Mijen, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026). Demplot Manajemen Pangan (DMP) Tambangan Dinas Pertanian Kota Semarang menerapkan digitalisasi pertanian berbasis Internet of Things (IoT) yang dioperasikan melalui sistem aplikasi pada gawai untuk mengatur penyiraman, pemupukkan, serta memantau suhu dan kelembapan, sehingga perawatan tanaman menjadi lebih efisien dan produksi berbagai jenis sayuran di lahan seluas 5.000 meter persegi tersebut dapat lebih optimal. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU

Langkah digitalisasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan hasil produksi berbagai jenis sayuran di lahan seluas 5.000 meter persegi tersebut. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Penerapan Teknologi IoT untuk Pertanian di Semarang
Penerapan Teknologi IoT untuk Pertanian di Semarang
Penerapan Teknologi IoT untuk Pertanian di Semarang
Penerapan Teknologi IoT untuk Pertanian di Semarang
Penerapan Teknologi IoT untuk Pertanian di Semarang

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads