"Masalahnya dengan bea keluar seperti siapa yang diuntungkan apa dampaknya bagi sawit? Ini memperlemah daya saing kita, pangsa pasar kita diambil negara lain," kata Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan kepada detikFinance, Selasa (28/12/2010)
Ia mengatakan harga sawit masih terus menunjukan tren yang menguat. Beberapa faktor yang menentukan harga sawit itu antara lain faktor fundamental dan fundamental seperti harga minyak dunia, permintaan sawit dunia yang naik, program pengembangan biofuel di Eropa dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau sekarang ini diharga US$ 1200 per ton belum apa-apa sudag diambil 20%," katanya.
Seperti diketahui pajak ekspor produk sawit pada Januari ditetapkan 20% atau naik dari bulan Desember 2010 yang hanya 15%. Selain produsen yang teriak terhadap kebijakan ini, para petani kelapa sawit pun ikut teriak memprotes kebijakan pajak sawit progresif.
(hen/qom)











































