"Dia punya uang nganggur 10 miliar RMB, itu siap untuk ekspansi," kata Dirjen Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Martani Huseini di kantornya, Jl Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (4/1/2011).
Martani menjelaskan komitmen itu setidaknya didapat dari hasil kunjungannya ke Zhanjiang beberapa waktu lalu. Ghaolian hinggi kini menjadi salah satu produsen udang terintegrasi terbesar di China dengan kapasitas 1,2 juta ton per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengharapkan dengan adanya investasi ini maka setidaknya akan meningkatkan produksi udang di Indonesia apalagi investor asal China ini memiliki teknologi terintegrasi terutama dalam hal pengolahan udang untuk memproduksi produk turunan udang.
"Akhir Februari mereka akan datang ke sini," katanya.
Selain menjajaki kerjasama revitalisasi tambak-tambak udang di Lombok NTB, pihak Ghaolian juga berencana melakukan langkah serupa di wilayah Kendal.
"Selain yang tadi, ada juga pengusaha dari China ke Belitung untuk investasi budidaya kepiting, (kerjasama) dari groupnya Sriwijaya Airlines," katanya.
(hen/qom)











































