RI-Singapura Berencana Bikin Sekolah Industri Bertaraf Internasional

RI-Singapura Berencana Bikin Sekolah Industri Bertaraf Internasional

- detikFinance
Selasa, 04 Jan 2011 16:42 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Singapura melakukan pertemuan membahas kerjasama di bidang industri. Salah satu yang akan dilakukan adalah membangung sekolah industri bertaraf internasional.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, sekolah-sekolah industri yang dikelola Kementerian Perindustrian akan diinternasionalkan sehingga lulusannya akan siap bekerja di berbagai perusahaan internasional.

"Departemen perindustrian punya sekolah-sekolah industri. Kita ingin menginternasionalkan sekolah tersebut, mulai dari kurikulum dan bahasanya, supaya lulusan sekolah industri bisa bekerja di international corporation maupun negara lain. Mereka setuju dan akan dibahas lebih dalam," tutur Hidayat usai bertemu Menteri Perindustrian Singapura Lim Hng Kiang di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (4/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, kedua pemerintahan juga membuka kemungkinan kerjasama di bidang pekapalan. Mengingat Singapura mempunyai kemampuan yang bagus di bidang perkapalan.

"Beberapa perusahaan Singapura sudah berada di Batam, tapi kita mengajak lebih luas lagi karena saya akan meng-improve ship building di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan transportasi minyak juga untuk Kementerian Pertahanan," lanjut Hidayat.

Dalam kesempatan tersebut, dua pemerintahan ini turut membahas soal pengembangan klaster-klaster industri di Batam. Singapura dikatakan akan mengajak bank pembangunan Asia (ADB) untuk membantu studi pengembangan klaster industri di Singapura.

Namun semua rencana kerjasama ini masih sangat awal, sehingga belum diketahui secara pasti berapa nilai investasi yang akan digelontorkan.

"Investasinya belum ada yang konkret. Yang jelas setelah tahu kebutuhan dan konsep tentang klaster yang kita butuhkan, Singapura mengajak untuk membuat working group dan saya diminta untuk memimpin dirjen untuk diskusi di Singapura," tukas Hidayat.

(nin/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads