Sebagian lahan di Nagekeo terbentur dengan proyek pengerjaan irigasi oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Ada persoalan kecil soal lahan, PU ada proyek irigasi JICA yang sedikit bersentuhan dengan lahan yang akan dipakai untuk garam," kata Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun di kantornya, Jakarta, Kamis (6/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi bagaimana ada win-win solution," katanya.
Cheetam Salt merupakan perusahaan garam asal Australia yang sudah beroperasi di Indonesia. Cheetam berencana memperluas lokasi ladang garam di NTT dengan luas 2.000 hektar.
Rencananya Cheetam Salt akan berinvestasi US$ 15 juta atau Rp 150 miliar dalam pengembangan garam industri di NTT. Pada awal tahun 2012 rencananya akan mulai dibangun infrastruktur terkait pembangunan ladang garam di Nagekeo.
Wilayah NTT ditargetkan bisa memberikan kontribusi produksi garam nasional hingga 1,3 juta ton.
Saat ini produksi garam nasional hanya 1,2 juta ton sehingga masih harus impor banyak dari luar negeri. Tahun 2014 pemerintah bisa menargetkan swasembada garam industri dan rumah tangga (konsumsi).
(hen/dnl)











































