Demikian disampaikan oleh Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Dedy H. Sutisna dalam acara 'Refleksi 2010 dan Outlook 2011' di kantornya, Jakarta, Kamis (6/1/2011).
"Peningkatan nilai produksi juga jauh di atas pencapaian volume produksi. Nilai produksi perikanan tangkap tahun 2010 mencapai Rp 61,24 triliun, naik 13,56% dari tahun 2009 (Rp 53,93 triliun). Target nilai produksi tahun 2010 adalah Rp 87,275 triliun," ungkap Dedy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keempat pilar tersebut dijadikan sebagai langkah dalam bekerja. Jangan sampai keempat pilar dipisah-pisah. Jika SDI bagus, maka produksi perikanan juga bagus dan nelayan juga sejahtera. Dengan demikian, maka KKP juga bisa capai WTP," imbuh Dedy.
Seiring dengan meningkatnya produksi ikan, pendapatan nelayan juga ikut naik. Pendapatan nelayan buruh meningkat dari Rp 601.730/bulan menjadi Rp 1,29 juta/bulan atau meningkat 127,59%. Sedangkan pendapatan nelayan pemilik mencapai Rp 3,2 juta/bulan atau naik dari Rp 1,8 juta/bulan (91,94%). Selain itu, IPM (Indeks Pembangunan Manusia) nelayan menjadi 70,38 pada 2010 atau naik 0,38% dari tahun 2009.
Dari data sementara KKP, volume ekspor dan nilai investasi juga meningkat di 2010.
"Jumlah ekspor kita meningkat dari 287.702 ribu ton menjadi 653.514 ribu ton. Pada 2009, nilai ekspornya adalah Rp 603.403 juta dan pada 2010 menjadi Rp 1,485 miliar,Β pungkasnya.Β
(nin/dnl)











































