Dahlan Iskan 'Terjepit' Soal Kenaikan Tarif Listrik Industri

Dahlan Iskan 'Terjepit' Soal Kenaikan Tarif Listrik Industri

- detikFinance
Selasa, 11 Jan 2011 15:47 WIB
Dahlan Iskan Terjepit Soal Kenaikan Tarif Listrik Industri
Jakarta - Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan mengaku terjepit dalam situasi yang kurang menguntungkan berkaitan dengan kenaikan tarif listrik industri akibat pelepasan batas (capping).

Dalam siaran pers PLN yang dikutip, Selasa (11/1/2011), Dahlan mengatakan dalam urusan pelepasan capping ini, PLN terjepit antara keinginan institusi yang tak mengizinkan capping TDL industri dilepas, dan keharusan PLN melaksanakan UU APBN 2011 dan melaksanakan UU Persaingan Usaha di pihak lain.

"Kalau capping tidak dicabut, maka sejumlah industri akan mendapat tarif lebih murah dari umumnya industri sejenis. Ini melanggar UU Persaingan Usaha yang dikontrol oleh KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha). Di samping itu PLN bisa dianggap tidak melaksanakan UU APBN tahun 2011," demikian pernyataan dalam siaran pers tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun jika capping atau batas TDL tersebut dilepas, maka sebagian industri yang sebelumnya mendapatkan tarif listrik murah, menurut Dahlan bakal teriak dan ini mempengaruhi opini yang berkembang.

Seperti diketahui Juli 2010 lalu pelaku industri dan bisnis mendapat kebijakan kenaikan TDL dengan pola capping maksimal 18%.

Kemudian pada 1 Oktober 2010 pelanggan listrik bisnis seperti mal, hotel, perkantoran telah lebih dahulu dicabut batas kenaikan capping 18% sementara untuk pelanggan industri tetap memakai pola capping.

Namun per Januari 2011, capping tersebut dilepas sehingga terjadi kenaikan TDL industri di atas 18% atau tepatnya sekitar 20-30%.

Manajer Senior Komunikasi PLN Bambang Dwiyanto sebelumnya membantah PLN menaikkan TDL untuk industri secara diam-diam. Pelepasan capping ini juga sudah sesuai dengan penerapan Peraturan Menteri ESDM nomor 7 tahun 2010.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads