41 Ribu Ha Lahan di Aceh Direvitalisasi Untuk Sawit dan Karet

41 Ribu Ha Lahan di Aceh Direvitalisasi Untuk Sawit dan Karet

- detikFinance
Sabtu, 15 Jan 2011 15:50 WIB
Aceh - Pemerintah berencana untuk merevitalisasi 41.200 hektar lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan karet di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I Erwin Nasution menyebutkan program revitalisasi lahan yang diberi nama 'Peumakmu Gampong' (Bahasa Aceh yang artinya Pemakmur Desa) ini dibuat guna memakmurkan kesejahteraanΒ  masyarakat.

Rencananya terdapat 41.200 ha dari 12 Kabupaten di seluruh Aceh akan ikut serta dalam program revitalisasi lahan tersebut. Dari jumlah tersebut, seluas 28 ribu lahan untuk sawit dan 13 ribu untuk karet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai proyek percontohan, pemerintah telah menentukan 3 kabupaten yaitu Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang dengan total lahan 19.800 ha.

"Program ini revitalisasi. Program memakmurkan gampong. Kita buat, Insya Allah 12 kabupaten 41.200 ha. Selama 3 tahun ke depan pilot project-nya 3, Aceh Timur, Aceh Utara, Tamiang. Selebihnya tahun berikutnya," ujar Erwin dalam acara pembukaan Program Revitalisasi 'Peumakmu Gampong, Gampoeng Teupin Rusep Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (15/1/2011).

Program ini merupakan kerjasama PTPN I, III, dan IV. Erwin mengatakan PTPN I belum dapat membantu pelaksanaan program ini dari karena kendala pendanaan. Diperkirakan anggaran seluruh program ini sebesar Rp 2,3 triliun yang diharapkan selesai di 2016.

"Total dari program ini sebesar Rp 2,3 triliun. Oleh karena itu, kami mengajak kerjasama ini dengan PTPN III, dan IV. Rupanya mendapat respon yang positif dari Pak Amri Siregar (Dirut PTPN III) dan Pak Dahlan Harahap (Dirut PTPN IV)," ujarnya.

Mengenai sistem pengelolaannya, Erwin menyatakan akan diurus sepenuhnya oleh PTPN I. Diharapkan, lanjutnya, program ini dapat menampung masyarakat duafa, korban konflik dan bencana.

"Ini juga menghasilkan multiplyer effect memajukan mikro tapi juga transformasi teknologi jadi petani belajar menggunakan budaya maju," tandasnya.

Pembukaan final project ini dihadiri oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Gubernur NAD Irwandi Yusuf, serta Dirut PTPN I, III, dan IV dan petinggi-petinggi di NAD. Mereka hadir untuk melakukan penanaman perdana di sekitar tempat acara.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads