Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Asosiasi Besi Baja Nasional Irvan Hakim dalam jumpa pers di kantor pusat Krakatau Steel, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (17/1/2011).
"Harga rata-rata baja nasional di 2011 dibanding 2010 akan naik 11-23%," jelas Irvan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga Iron ore juga naik 7% dari US$ 174 per dmtu menjadi US$ 186 per dmtu. Lalu harga slab naik 17% dari US$ 580 per ton menjadi US$ 680 per ton. Terakhir harga Billet naik 14% dari US$ 592 per ton menjadi US$ 670 per ton.
"Kenaikan harga iron ore karena ada pembatasan ekspor dari India. Scrap naik karena cuaca buruk dan penurunan persediaan dari negara-negara produsen karena cuaca buruk. Juga karena adanya banjir di Australia yang merusak pertambangan terutama batubara," jelas Irvan.
"Penurunan suplai slab karena Arcelor Mittal menghentikan aktivitas produksi 3 bless furnished di Eropa akhir 2010, lalu karena produsen baja sidor di Venezuela menghentikan produksinya sementara karena ada ledakan," tukas Irvan.
(dnl/qom)











































