Harga Baja Naik Hingga 23% di 2011

Harga Baja Naik Hingga 23% di 2011

- detikFinance
Senin, 17 Jan 2011 12:37 WIB
Harga Baja Naik Hingga 23% di 2011
Jakarta - Cuaca buruk dan ekstrem yang terjadi belakangan ini tak hanya mengganggu pasokan komoditas pangan saja. Baja pun ikut terkena imbas negatifnya. Hal ini bakal mendongkrak harga baja di 2011 sebesar 11-23%.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Asosiasi Besi Baja Nasional Irvan Hakim dalam jumpa pers di kantor pusat Krakatau Steel, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (17/1/2011).

"Harga rata-rata baja nasional di 2011 dibanding 2010 akan naik 11-23%," jelas Irvan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, harga bahan baku baja saat ini sudah naik dibanding akhir Desember 2010. Harga baja scrap naik 16% dari US$ 450 per ton di akhir 2010 menjadi US$ 520 per ton di Januari ini.

Harga Iron ore juga naik 7% dari US$ 174 per dmtu menjadi US$ 186 per dmtu. Lalu harga slab naik 17% dari US$ 580 per ton menjadi US$ 680 per ton. Terakhir harga Billet naik 14% dari US$ 592 per ton menjadi US$ 670 per ton.

"Kenaikan harga iron ore karena ada pembatasan ekspor dari India. Scrap naik karena cuaca buruk dan penurunan persediaan dari negara-negara produsen karena cuaca buruk. Juga karena adanya banjir di Australia yang merusak pertambangan terutama batubara," jelas Irvan.

"Penurunan suplai slab karena Arcelor Mittal menghentikan aktivitas produksi 3 bless furnished di Eropa akhir 2010, lalu karena produsen baja sidor di Venezuela menghentikan produksinya sementara karena ada ledakan," tukas Irvan.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads