"Selama ini pemerintah selalu mempiroritaskan penggunaan gas untuk pupuk, PLN, transportasi, dan rumah tangga. Industri tetap akan dialokasi namun belum ada angka finalnya," jelas Sekjen Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) Achmad Widjaya di Gedung Ditjen Migas Kementerian ESDM, Kuningan, Jakarta, Selasa (18/1/2011).
Achmad mengatakan, total kebutuhan gas industri di tahun ini mencapai 796 MMSCFD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Achmad juga mengatakan kurangnya penyajian data dari industri pengguna gas menjadi penyebab belum keluarnya angka final terkait pasokan.
"Kami minta pasokan gas sebanyak 1,016 MMSCFD, namun ada perkirakan penurunan sehingga hanya mendapat pasokan sebesar 751 MMSCFD. Mengingat ada beberapa lapangan gas yang akan habis masa kontraknya. Jadi kami sudah tanya ke Bu Dirjen (Dirjen Migas ESDM) apakah kami akan tetap dapat 796 MMSCFD seperti yang di kontrak (seperti yang ada di PGN) atau tidak," tutur Achmad.
Dikatakan Achmad, pelaku industri saat ini diterjang berbagai beban dan kendala dari pemerintah. Setidaknya ada 3 'bonus' yang diberikan pemerintah di tahun ini.
"Di awal tahun ini kita sudah dapat 3 bonus dari pemerintah. Bonus itu yakni, pencabutan capping listrik, pasokan gas yang belum jelas, serta kenaikan UMP (upah minimum provinsi)," ucap Achmad.
(nrs/dnl)











































